Gilimanuk Pasang CCTV Awasi Sampah Liar di Sekitar Museum Prasejarah
Satgas Sampah Gilimanuk menemukan tumpukan sampah liar di area parkir Museum Manusia Prasejarah Gilimanuk pada Senin, 14 September 2026.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Gilimanuk — Aktivitas pembuangan sampah liar kembali ditemukan di area parkir Museum Manusia Prasejarah Gilimanuk, Lingkungan Asih, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Senin, 14 September 2026. Satgas Sampah Gilimanuk bersama Balai Taman Nasional Bali Barat menyiapkan pembersihan lokasi serta pemasangan kamera CCTV untuk mengawasi pembuangan sampah di kawasan tersebut.
Menurut laporan Tribun Bali, temuan sampah liar berada di dekat area parkir museum yang berbatasan dengan kawasan konservasi Taman Nasional Bali Barat. Pemeriksaan dilakukan Satgas Sampah Gilimanuk setelah menerima informasi adanya pembuangan sampah rumah tangga secara sembarangan di titik itu.
Sampah yang ditemukan antara lain sisa makanan, popok sekali pakai, plastik bekas kopi saset, dan kulit durian. Sampah tersebut terkumpul dalam sejumlah kantong plastik berukuran besar yang ditinggalkan di lokasi.
Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma menjelaskan, jenis sampah yang ditemukan mengarah pada dugaan keterlibatan oknum warga dan pedagang yang beraktivitas di sekitar kawasan itu. Ia menyatakan kelurahan akan berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Bali Barat untuk menata kembali area parkir dan memperkuat pengawasan.
Rencana penanganan yang disiapkan meliputi pembersihan sampah yang menumpuk di area parkir museum, pemasangan CCTV, lampu penerangan, serta pembangunan pagar pembatas di titik pembuangan sampah yang berbatasan dengan kawasan konservasi.
Rencana Pembersihan dan Pemasangan CCTV
Setelah pengecekan lapangan, Satgas Sampah Gilimanuk, Kelurahan Gilimanuk, dan Balai Taman Nasional Bali Barat membahas penanganan lokasi pembuangan sampah liar. Kelurahan Gilimanuk akan bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Bali Barat untuk membersihkan area parkir museum dari sampah rumah tangga.
Dalam rencana tersebut, kamera CCTV akan dipasang untuk memantau aktivitas di titik yang selama ini menjadi lokasi pembuangan sampah liar. Langkah ini diharapkan memudahkan petugas mengidentifikasi pelaku pembuangan sampah serta mendukung penegakan aturan kebersihan.
Selain CCTV, tokoh masyarakat setempat disebut akan membantu pemasangan lampu penerangan di sekitar lokasi. Pagar pembatas juga direncanakan dibuat di area yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Bali Barat untuk mencegah sampah merangsek ke zona konservasi.
Imbauan dan Penegakan Aturan Sampah
Lurah Gilimanuk mengingatkan warga dan pelaku usaha agar tidak menjadikan area parkir museum sebagai tempat pembuangan sampah. Ia menegaskan pembuangan sampah secara sembarangan melanggar ketentuan pengelolaan sampah yang berlaku di Kabupaten Jembrana.
Sebelumnya, Kelurahan Gilimanuk dan Balai Taman Nasional Bali Barat telah beberapa kali menangani persoalan sampah dan limbah di kawasan sekitar TNBB. Pada Agustus 2026, misalnya, petugas kelurahan bersama TNBB menangani kasus pembuangan limbah cair pabrik tahu ke kawasan hutan bakau TNBB Gilimanuk dan menegaskan ancaman sanksi berdasarkan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah. Dalam kasus itu, pelanggar diberi waktu untuk membangun instalasi pengolahan air limbah dan diminta tidak mengulangi perbuatannya.
Kelurahan Gilimanuk juga menjalankan program sosialisasi kebersihan, di antaranya kampanye Kedas (Keren Tidak Ada Sampah) untuk menjaga citra Gilimanuk sebagai pintu gerbang Bali bagian barat. Dalam berbagai momentum arus mudik, lurah melaporkan volume sampah yang tinggi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk dan menekankan pentingnya disiplin membuang sampah pada tempatnya.
Dengan rencana pembersihan, pemasangan CCTV, lampu, dan pagar pembatas di area parkir Museum Manusia Prasejarah Gilimanuk, pemerintah kelurahan dan Balai Taman Nasional Bali Barat berharap praktik pembuangan sampah liar dapat ditekan dan kawasan konservasi tetap terjaga.
Sumber
Berita berikutnya
ENSIA 2026 di Bali Dorong Inovasi Lingkungan dan Sosial
ENSIA 2026 yang diselenggarakan PT SUCOFINDO (Persero) di Bali pada September 2026 menjadi ajang nasional untuk mendorong inovasi lingkungan dan sosia…
Baca juga


