ENSIA 2026 di Bali Dorong Inovasi Lingkungan dan Sosial
ENSIA 2026 yang diselenggarakan PT SUCOFINDO (Persero) di Bali pada September 2026 menjadi ajang nasional untuk mendorong inovasi lingkungan dan sosial, dengan fokus pada ketahanan pangan, pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, dan transisi…
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Denpasar — Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang diselenggarakan PT SUCOFINDO (Persero) digelar di Bali pada pertengahan September 2026 sebagai ajang apresiasi bagi dunia usaha dan masyarakat yang menghadirkan inovasi lingkungan dan sosial dengan dampak terukur.
Menurut pemberitaan sejumlah media nasional, ENSIA 2026 diadakan di Bali pada Senin, 14 September 2026, dengan puncak penganugerahan di The Westin Resort Nusa Dua, Kabupaten Badung, pada Kamis, 10 September 2026.
Ajang ini mengangkat tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community”, yang menempatkan inovasi sebagai penggerak bisnis berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan lingkungan di tengah berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim dan dinamika rantai pasok.
ENSIA 2026 merupakan bagian dari komitmen SUCOFINDO untuk mendorong penerapan prinsip keberlanjutan di berbagai sektor usaha melalui inovasi yang dapat diukur dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat.
Fokus isu dan bentuk inovasi
Dalam pelaksanaan ENSIA 2026, SUCOFINDO menyoroti tiga isu strategis sebagai fokus inovasi, yakni ketahanan pangan, pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, serta transisi energi bersih.
Menurut keterangan manajemen SUCOFINDO yang dikutip berbagai media, ajang ini mendorong perusahaan, komunitas, dan masyarakat menghadirkan inovasi yang tidak hanya menekan dampak lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Beberapa contoh inovasi yang mendapat penghargaan antara lain program penurunan emisi, efisiensi dan penurunan beban pencemaran air, pengelolaan sampah, perlindungan keanekaragaman hayati, serta inovasi sosial yang melibatkan masyarakat secara langsung.
ENSIA 2026 juga memperlihatkan peran inovasi hijau sebagai strategi bisnis. Laporan salah satu media ekonomi menyebut sebanyak 253 perusahaan berpartisipasi dengan ratusan makalah inovasi yang diajukan, termasuk dari sektor energi, pertambangan, dan jasa.
Peran Bali sebagai tuan rumah
Penyelenggaraan ENSIA 2026 di Bali memperkuat posisi provinsi ini sebagai salah satu lokasi penting bagi agenda keberlanjutan dan ekonomi hijau di Indonesia.
Dalam puncak penganugerahan di Nusa Dua, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya inovasi lingkungan dan sosial yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan perlunya dunia usaha menyelaraskan kegiatan ekonomi dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut pemberitaan tersebut, Koster mengaitkan pentingnya inovasi dengan upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian alam, dan kehidupan sosial masyarakat Bali.
Kolaborasi dan dampak nyata
Direktur Utama PT SUCOFINDO Sandry Pasambuna dalam beberapa wawancara yang dimuat media menjelaskan bahwa ENSIA merupakan ajang penghargaan sekaligus wadah kolaborasi lintas sektor.
Sandry menggambarkan ENSIA sebagai platform bagi perusahaan untuk menampilkan capaian inovasi, berbagi praktik terbaik, dan memperkuat reputasi keberlanjutan di mata pemangku kepentingan. Ajang ini diharapkan mendorong dunia usaha memandang pengelolaan lingkungan bukan sekadar biaya, melainkan investasi untuk daya saing jangka panjang.
Sejumlah capaian peserta menunjukkan dimensi dampak yang lebih luas. Misalnya, Pertamina Geothermal Energy melaporkan 13 penghargaan terkait inovasi penurunan emisi, efisiensi air, pengelolaan sampah, perlindungan keanekaragaman hayati, dan inovasi sosial di berbagai wilayah operasi.
PT PLN Indonesia Power UBP Jeranjang meraih empat penghargaan kategori Gold untuk program penurunan emisi, efisiensi air, pengelolaan sampah, dan inovasi sosial yang melibatkan masyarakat. Perusahaan lain seperti Pertamina Patra Niaga dan PT Smelting juga disebut menerima penghargaan atas inovasi yang dinilai berdampak nyata dan terukur.
Melalui kombinasi penghargaan dan berbagi pengalaman, ENSIA 2026 di Bali diposisikan sebagai salah satu forum nasional untuk mengakselerasi inovasi lingkungan dan sosial yang terukur, dengan dunia usaha sebagai penggerak utama.
Sumber
- SUCOFINDO – ENSIA 2026 Hadir Kembali, SUCOFINDO Dorong Inovasi Berkelanjutan dan Kolaborasi Lintas Sektor Hadapi Perubahan Iklim
- Bali Post – Puncak Penganugerahan ENSIA 2026, Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Inovasi Berkelanjutan
- Kontan – 253 Perusahaan Ikut ENSIA 2026, Inovasi Hijau Makin Jadi Strategi Bisnis
- detikFinance – Wamenko Pangan: Pengelolaan Lingkungan Bukan Biaya, tapi Investasi
- Tribunnews – Wamenko Pangan Dorong Pengurangan Food Waste dan Kelola Sampah Jadi Energi Listrik
- RRI – UBP Jeranjang Raih Empat Penghargaan Gold di ENSIA 2026
- Pasardana – Raih 13 Penghargaan ENSIA 2026, PGE Tegaskan Dampak Nyata Panas Bumi bagi Masyarakat
- Suara Surabaya – Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Raih 69 Penghargaan di ENSIA 2026, Buah Manis Inovasi Lingkungan
- Media Indonesia – Inovasi Jadi Penggerak Bisnis Berkelanjutan
Berita berikutnya


