Bali Aktual

Selasa, 22 September 2026

Gianyar Catat Lima Kebakaran Lahan Selama September 2026

Lima kebakaran lahan tercatat di Kabupaten Gianyar hingga pertengahan September 2026, menurut Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran setempat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa.
Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa. · Foto: Ilustrasi AI

Gianyar — Kasus kebakaran lahan kembali marak di Kabupaten Gianyar pada musim kemarau 2026. Hingga pertengahan September 2026, lima kejadian kebakaran lahan tercatat oleh Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Gianyar, salah satunya membakar sekitar 30 are lahan kering di kawasan Buitan, Banjar Serongga Kelod, Desa Serongga.

Menurut laporan NusaBali.com, kebakaran di Serongga terjadi pada Minggu siang, 13 September 2026, di lahan kering milik Pande Murda yang terbakar sekitar 30 are. Api cepat membesar karena kondisi vegetasi kering dan tiupan angin, sebelum berhasil dikendalikan oleh petugas dan warga.

Kasatpol PP dan Damkar Gianyar Putu Yuda Negara mengatakan kasus kebakaran lahan cukup sering terjadi di wilayah Gianyar sepanjang September 2026. Ia mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan tidak membakar sampah sembarangan serta memastikan sumber-sumber potensial pemicu kebakaran di lingkungan masing-masing aman sebelum ditinggalkan.

Penanganan Kebakaran di Serongga

Laporan NusaBali.com menyebut kebakaran terjadi di kawasan Buitan, Banjar Serongga Kelod, Desa Serongga, Kecamatan Gianyar, dan membakar lahan kering milik Pande Murda seluas kurang lebih 30 are. Kondisi lahan yang kering diduga menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat membesar dan merambat.

Warga melakukan upaya pemadaman awal secara manual sebelum petugas damkar tiba di lokasi. Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Gianyar kemudian mengerahkan armada pemadam untuk memadamkan api dan melakukan pendinginan agar kobaran tidak menjalar ke bangunan dan permukiman di sekitar lahan.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.45 WITA. Petugas kemudian melakukan pengecekan dan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Situasi setelah penanganan dilaporkan aman dan kondusif.

Dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Bangunan di sekitar lokasi berhasil diamankan sehingga tidak terdampak, dan tidak ada kerugian materiil yang dilaporkan.

Rangkaian Kebakaran Lahan di Gianyar

NusaBali.com mencatat, sepanjang September 2026 hingga pertengahan bulan sudah terjadi lima kasus kebakaran lahan di wilayah Gianyar. Meski berlangsung di tengah musim kemarau, tidak seluruh kejadian dipicu langsung oleh kondisi kekeringan. Sejumlah kebakaran di Gianyar pada awal September juga dilaporkan media lain, antara lain kebakaran lahan alang-alang dan kebakaran gudang peralatan rumah tangga di Samplangan pada 5 September 2026.

Tribun-Bali melaporkan, pada Sabtu 5 September 2026 terjadi tiga kejadian kebakaran dalam sehari di Gianyar, terdiri atas kebakaran pelinggih di Pura Dadya Penataran Abas, kebakaran lahan alang-alang di Blahbatuh, serta kebakaran gudang peralatan rumah tangga di Samplangan. DetikBali juga mencatat tiga kebakaran pada tanggal yang sama, termasuk kebakaran ilalang persawahan dan gudang perabot rumah tangga. Rangkaian kejadian ini menunjukkan peningkatan risiko kebakaran di Gianyar selama periode kemarau.

Imbauan Kewaspadaan Selama Musim Kemarau

Menanggapi meningkatnya kejadian kebakaran, Damkar Gianyar mengimbau warga untuk memperkuat pencegahan dari lingkungan rumah tangga. Menurut Yuda Negara, masyarakat diminta lebih berhati-hati, antara lain dengan tidak membakar sampah sembarangan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sumber api di lingkungan.

Di tingkat provinsi, BPBD Bali mencatat puluhan kejadian kebakaran hutan dan lahan sepanjang kemarau 2026, dengan Kabupaten Gianyar termasuk daerah yang terdampak. Data ini memperkuat imbauan agar masyarakat di Gianyar dan wilayah lain di Bali lebih waspada terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pada periode cuaca kering berkepanjangan.

Otoritas daerah mengingatkan, langkah pencegahan sederhana di tingkat rumah tangga dan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan pengawasan aktivitas yang melibatkan api terbuka, penting untuk menekan risiko kebakaran lahan di tengah musim kemarau.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.