Disdikpora Bali Sosialisasikan PAUD Holistik Integratif di Gianyar
Disdikpora Provinsi Bali bersama Pemkab Gianyar menyosialisasikan kebijakan PAUD Holistik Integratif di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar pada Rabu, 2 September 2026.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 4 menit baca
Gianyar — Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar menggelar sosialisasi kebijakan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Rabu, 2 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, alat permainan edukatif (APE) diserahkan kepada 25 satuan pendidikan di Kabupaten Gianyar menurut siaran RRI Denpasar dan laporan detikBali.
Sosialisasi ini bertujuan memperkuat pemahaman dan implementasi PAUD HI di satuan pendidikan dengan menekankan pemenuhan kebutuhan anak usia dini secara menyeluruh, mencakup layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak.
RRI Denpasar menyebut kegiatan di Gianyar merupakan bagian dari upaya Disdikpora Bali memperkuat PAUD HI di daerah, dengan melibatkan pemerintah kabupaten dan satuan pendidikan sebagai pelaksana di lapangan.
Peran Bunda PAUD Gianyar
Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra, menyatakan bahwa sosialisasi kebijakan PAUD HI membahas kebutuhan dasar anak yang harus dipenuhi secara terintegrasi, yaitu pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak.
Dalam keterangannya yang dikutip detikBali, Surya Adnyani menekankan bahwa penguatan PAUD HI diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan PAUD sehingga anak mendapat dukungan menyeluruh sesuai tahapan tumbuh kembang.
Ia juga berharap sosialisasi menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman dan mendorong penerapan kebijakan PAUD HI di wilayah kerja dan satuan pendidikan masing-masing, sebagaimana disampaikan dalam pemberitaan RRI dan detik.
Layanan yang diintegrasikan
DetikBali mencatat bahwa dalam sosialisasi di Gianyar, kebutuhan dasar anak yang disosialisasikan meliputi layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak. RRI Denpasar menegaskan cakupan yang sama sebagai kerangka PAUD HI di Kabupaten Gianyar.
Sosialisasi juga menyinggung kesejahteraan tenaga pendidik sebagai bagian dari penguatan layanan PAUD, termasuk dukungan terhadap guru PAUD agar kualitas pembelajaran bagi anak meningkat.
Sejalan dengan kebijakan PAUD HI, Bunda PAUD Gianyar dalam kegiatan lain yang diberitakan RRI menggambarkan pendekatan holistik integratif sebagai layanan pendidikan yang memperhatikan kesehatan, pemenuhan gizi seimbang, dan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus.
Narasumber dan materi sosialisasi
RRI Denpasar dan detikBali menyebut sosialisasi menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, serta IGTKI-PGRI Provinsi Bali.
Dinas Kesehatan menyampaikan materi pola hidup sehat, pemantauan gizi, dan tumbuh kembang anak. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak membahas pengasuhan dan perlindungan anak. IGTKI-PGRI Provinsi Bali memberikan materi penguatan gerakan PAUD berkualitas untuk mendukung lahirnya generasi emas.
Menurut detikBali, rangkaian materi ini dimaksudkan untuk memastikan kebijakan PAUD HI dipahami sebagai kerangka kerja lintas sektor, bukan hanya program pendidikan.
Program terkait di Gianyar
Dalam pemberitaan terpisah, RRI Denpasar melaporkan sejumlah program di Gianyar yang dikaitkan dengan pendekatan PAUD Holistik Integratif, seperti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Gelari Gianyar Wajar, Bunda Sayang Anak Inklusif (SAINS), Seragam Gratis PAUD Negeri (SERGAP NEGRIKU), Bunda Gianyar Pandai, dan Pemberian Makanan Tambahan Gizi Seimbang Stunting Berkurang (PMT GIRANG).
Program-program tersebut mencakup perluasan akses pendidikan prasekolah, dukungan bagi anak dalam pendidikan inklusif, pemberian sarana penunjang pembelajaran, serta kegiatan di luar kelas untuk memperkaya pengalaman belajar anak.
DetikBali juga mencatat bahwa gelari Gianyar Wajar dan SERGAP NEGRIKU digunakan untuk memperluas akses pendidikan, termasuk pemberian seragam, tas, tumbler, dan kotak makan bagi anak.
Penyerahan APE kepada satuan pendidikan
Dalam sosialisasi kebijakan PAUD HI di Gianyar, RRI Denpasar menulis bahwa penyerahan APE dilakukan kepada 25 satuan pendidikan sebagai bagian dari dukungan sarana untuk memperkuat layanan PAUD HI.
DetikBali menguatkan bahwa penyerahan APE menjadi salah satu bentuk dukungan konkret dalam kegiatan tersebut, meski kedua sumber tidak merinci jenis dan jumlah alat permainan edukatif yang disalurkan.
Bunda PAUD Gianyar berharap dukungan sarana dan penguatan kebijakan melalui sosialisasi dapat mendorong satuan PAUD, pemerintah daerah, dan keluarga untuk bekerja bersama memastikan pemenuhan kebutuhan dasar anak usia dini secara holistik.
Sumber
Berita berikutnya
Harga Daging Ayam Ras Naik 8,34 Persen, Sumbang Inflasi Bali
BPS Provinsi Bali mencatat harga daging ayam ras naik 8,34 persen dan memberi andil 0,21 poin persentase terhadap inflasi bulanan Bali pada Agustus 20…
Baca juga


