Buleleng Luncurkan 10 Inovasi Strategis untuk Perkuat Layanan Publik
Pemkab Buleleng meluncurkan 10 inovasi hasil proyek perubahan peserta PKN Tingkat II Tahun 2026. Programnya menyasar layanan bencana, investasi, pekerja rentan, kesehatan, dan pendidikan.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Singaraja — Pemerintah Kabupaten Buleleng meluncurkan 10 inovasi strategis pada 7 November 2026. Inovasi itu merupakan hasil proyek perubahan peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026.
Peluncuran tersebut berlangsung di Kabupaten Buleleng, Bali, untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra meluncurkan langsung 10 inovasi itu. Inovasi dikembangkan oleh sejumlah perangkat daerah.
Rancangannya menyasar perlindungan pekerja rentan, penanggulangan bencana, investasi, pengendalian inflasi, pelayanan kesehatan, dan pendidikan. Salah satu inovasi, SINGA NUGRAHA, dikembangkan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Sumber Daya Mineral untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui kolaborasi dengan dunia usaha. Badan Penanggulangan Bencana Daerah mengembangkan MITRA BPBD sebagai sistem informasi kebencanaan terintegrasi.
Di sektor investasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menghadirkan INVEST JOSS untuk mempermudah akses informasi dan layanan bagi investor. Pengendalian inflasi diperkuat melalui PRADIPA, yang dikembangkan Staf Ahli Bupati berbasis integrasi data lintas perangkat daerah.
10 inovasi membuka layanan yang lebih terarah bagi warga Buleleng
Bagi pembaca di Singaraja dan kecamatan lain di Buleleng, perubahan yang dijanjikan bukan sekadar nama program. Pemerintah kabupaten mengarahkan inovasi ini pada layanan yang lebih terhubung, mulai dari informasi kebencanaan dan investasi hingga perlindungan pekerja rentan. Warga tetap perlu mengikuti kanal resmi perangkat daerah untuk mengetahui layanan yang sudah tersedia dan cara mengaksesnya.
Bupati I Nyoman Sutjidra berharap seluruh inovasi tidak berhenti sebagai pemenuhan proyek perubahan dalam pendidikan dan pelatihan. Inovasi tersebut diharapkan diterapkan secara nyata dan berkelanjutan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Dengan demikian, hal yang berubah bagi pembaca hari ini adalah adanya 10 program baru yang diarahkan untuk mendukung pemerintahan yang bersih, transparan, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Investasi Bali Mendekati Rp49 Triliun, BI Perkuat Ekonomi Bali Utara
BI mendorong industri pengolahan hasil pertanian dan kelautan di Bali Utara melalui FGD BALINOMICS di Buleleng pada 5 November 2026. Investasi Bali me…
Terbaru di Pemerintahan

Berita utama hari ini

Baca juga





