Bali Masuk Daftar Daerah Penyumbang Koperasi Beraset Besar
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Denpasar — Bali masuk daftar daerah yang menyumbang koperasi beraset besar di Indonesia. Dalam buku 100 Koperasi Besar Indonesia 2025, Bali disebut memiliki sekitar tiga koperasi dari 46 koperasi yang dipetakan.
Salah satu yang masuk daftar itu adalah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Guna Prima Dana di Ungasan, Kuta Selatan, Badung. Menurut pemberitaan lokal yang mengutip penulis buku, koperasi itu memiliki aset sekitar Rp637 miliar berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2024.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh menilai capaian tersebut menunjukkan peluang bagi koperasi daerah untuk memperluas usaha. Ia menyebut koperasi seperti Guna Prima Dana memberi contoh bahwa gerakan koperasi Bali bisa naik kelas jika dikelola dengan baik.
Data dalam buku itu juga menempatkan Bali bersama sejumlah provinsi lain sebagai kontributor koperasi beraset besar di tanah air. Di tingkat nasional, pemetaan tersebut mencakup 300 koperasi besar, progresif, dan potensial.
Menurut pemaparan yang dikutip dari peluncuran buku itu, 300 koperasi yang dipetakan memiliki aset gabungan sekitar Rp96,526 triliun. Angka itu setara sekitar 35 persen dari total aset koperasi nasional pada 2023, yang disebut mencapai Rp275,3 triliun.
Volume usaha 300 koperasi tersebut mencapai sekitar Rp80,8 triliun. Jumlah anggotanya disebut lebih dari 9,1 juta orang.
KSP Guna Prima Dana juga disebut sebagai satu-satunya koperasi di Bali yang menyalurkan Kredit Usaha Rakyat program pemerintah. Dalam laporan pertanggungjawaban koperasi, lembaga itu menyebut status tersebut berdampak pada perluasan pembiayaan bagi anggota dan pelaku usaha.
Pemetaan tersebut memberi gambaran bahwa jumlah koperasi Bali yang masuk kategori beraset besar masih terbatas. Namun, capaian itu juga menunjukkan ada koperasi daerah yang sudah mampu menembus skala nasional melalui penguatan aset, tata kelola, dan layanan pembiayaan.
Sumber
Berita berikutnya

Pendamping PLUT Buleleng Minta UMKM Siapkan Stok dan Legalitas sebelum Go Digital
Pendamping PLUT KUMKM Buleleng, Mubayyinudin, mengingatkan pelaku UMKM menyiapkan kapasitas produksi, stok, kemasan, dan legalitas sebelum memperluas…

