Realisasi APBN Bali Rp10,61 Triliun hingga Juni 2026, APBD Surplus Rp2,07 Triliun
Kanwil DJPb Bali mencatat realisasi belanja negara Rp10,61 triliun hingga 30 Juni 2026, dengan APBD Bali surplus Rp2,07 triliun dan 78 satuan kerja meraih nilai sempurna IKPA triwulan II.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Denpasar, 24 Juli 2026 — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Bali mencatat realisasi belanja negara di Bali mencapai Rp10,61 triliun hingga 30 Juni 2026. Capaian itu setara 51 persen dari pagu dan tumbuh 4,32 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Dalam paparan yang disampaikan di Denpasar pada Jumat, 24 Juli 2026, Kanwil DJPb Bali menyebut realisasi penerimaan perpajakan hingga akhir Juni mencapai Rp9,14 triliun atau 35,29 persen dari target. Komponen itu terdiri atas penerimaan pajak Rp8,47 triliun serta kepabeanan dan cukai Rp669,11 miliar.
Kanwil DJPb Bali juga mencatat pertumbuhan penerimaan negara bukan pajak dari badan layanan umum sebesar 22,34 persen secara tahunan. Kontributor terbesar berasal dari jasa pelayanan rumah sakit dengan penerimaan Rp702,74 miliar.
Belanja modal naik paling tinggi
Di sisi belanja, pertumbuhan tertinggi terjadi pada belanja modal yang naik 120,07 persen secara tahunan dengan realisasi Rp471,11 miliar. DJPb Bali menyebut belanja itu antara lain mendukung pembangunan sekolah rakyat, rehabilitasi madrasah, serta pembangunan gedung laboratorium di Universitas Pendidikan Ganesha dan Universitas Udayana.
Secara keseluruhan, kinerja APBN Bali hingga 30 Juni 2026 menunjukkan surplus Rp653,97 miliar. Dalam paparan yang sama, DJPb Bali juga menyebut penyaluran kredit program di Bali mencapai Rp6,92 triliun kepada 52.915 debitur.
APBD Bali surplus Rp2,07 triliun
Pada sisi APBD, pendapatan daerah Bali terealisasi Rp15,01 triliun atau 44,71 persen dari target. Pendapatan asli daerah menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp9,29 triliun, sementara pertumbuhan pendapatan daerah tercatat 2,48 persen secara tahunan.
Belanja daerah terealisasi Rp12,94 triliun dan tumbuh 11,97 persen secara tahunan. Dengan posisi itu, APBD Bali hingga 30 Juni 2026 membukukan surplus Rp2,07 triliun.
DJPb Bali juga menetapkan 78 satuan kerja sebagai peraih nilai sempurna 100,00 dalam Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran triwulan II tahun anggaran 2026. Jumlah itu berasal dari 352 satuan kerja yang dinilai.
Data Badan Pusat Statistik Provinsi Bali yang dirujuk dalam paparan DJPb menunjukkan ekonomi Bali pada triwulan I 2026 tumbuh 5,58 persen secara tahunan, dengan produk domestik regional bruto atas dasar harga berlaku Rp82,21 triliun. BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi kawasan Bali dan Nusa Tenggara sebesar 7,93 persen pada triwulan yang sama.
Dalam paparan tersebut, DJPb Bali menyampaikan bahwa neraca perdagangan kumulatif hingga Juni 2026 membukukan surplus US$36,84 juta.
Sumber
Baca juga


