Bali Aktual

Selasa, 13 Oktober 2026

Pura Samuantiga Tutup Pujawali Ratu Agung Sakti

Pura Samuantiga di Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, menutup hari ketiga pujawali Ratu Agung Sakti pada 12 Oktober 2026 pukul 16.00 WITA dengan Penganyaran dan Nyidakarya.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Detail ukiran atap bangunan pura Bali yang dibingkai oleh batang dan dedaunan pohon.
Ilustrasi: Detail ukiran atap bangunan pura Bali yang dibingkai oleh batang dan dedaunan pohon. · Foto: Pragyan Bezbaruah / Pexels

Gianyar — Pura Samuantiga melaksanakan Penganyaran dan Nyidakarya pada hari ketiga pujawali Ratu Agung Sakti, Senin, 12 Oktober 2026 pukul 16.00 WITA. Rangkaian ini berlangsung di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.

Prosesi tersebut menjadi bagian dari upacara pujawali yang berlangsung selama tiga hari atau nyejer. Pada tahap penutup, nedunang tapakan sesuhunan dilaksanakan sebelum penyerahan pesegeh. Setelah itu, seluruh tapakan kembali ke payogan masing-masing.

Rangkaian pujawali melibatkan belasan tapakan dari lima desa adat pengempon, yaitu Desa Adat Bedulu, Tengkulak Kaja, Tengkulak Tengah, Taman, dan Wanayu Mas. Desa adat adalah kesatuan masyarakat adat yang mengatur kehidupan krama berdasarkan adat dan awig-awig.

Penutup pujawali menjadi penanda bagi krama dan pemedek

Bagi krama dan pemedek, informasi ini menandai bahwa rangkaian utama pujawali di Pura Samuantiga ditutup dengan prosesi Penganyaran dan Nyidakarya pada sore hari. Pembaca yang hendak sembahyang perlu memperhatikan waktu pelaksanaan serta tahapan pemulangan tapakan ke payogan masing-masing.

Sebelumnya, puncak pujawali berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober 2026, sedangkan hari kedua diperuntukkan bagi krama dari Desa Adat Bedulu, Tegallinggah, Margasengkala, Hyang Loni Desa Buruan, dan masyarakat umum. Pada Minggu malam, upacara penganyaran dijadwalkan pukul 18.00 WITA dan dilanjutkan pementasan Calonarang pukul 20.00 WITA.

Perubahan bagi pembaca hari itu adalah berakhirnya jadwal hari ketiga pada pukul 16.00 WITA, disusul nedunang tapakan sesuhunan, penyerahan pesegeh, dan kembalinya tapakan ke payogan masing-masing.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Budaya

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.