Bali Aktual

Senin, 12 Oktober 2026

Kalender Bali Tetapkan Amerta Dadi untuk Dewa Yadnya 12 Oktober

Senin, 12 Oktober 2026 memuat Amerta Dadi yang baik untuk Dewa Yadnya dan pemujaan leluhur. Kalender juga menandai sejumlah kegiatan yang kurang sesuai.

Oleh

· 2 menit baca

Denpasar — Kalender Bali menetapkan Senin, 12 Oktober 2026 sebagai hari dengan Amerta Dadi yang baik untuk upacara Dewa Yadnya dan pemujaan terhadap leluhur.

Catatan ini berlaku untuk pembaca di Bali pada 12 Oktober 2026. Kalender juga memuat beberapa ala ayuning dewasa lain yang perlu diperhatikan sebelum menentukan kegiatan adat atau pekerjaan penting.

Carik Walangati dinilai tidak baik untuk pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben, dan membangun rumah. Dadig Krana baik untuk menanam tebu dan mentimun, tetapi tidak baik untuk upacara atau yadnya maupun rapat. Geheng Manyinget tidak baik untuk pekerjaan penting, termasuk yadnya, karena disebut dapat membawa banyak gangguan.

Amerta Dadi menjadi penanda hari upacara bagi krama Bali

Dalam tradisi Bali, ala ayuning dewasa adalah penentuan waktu yang dipandang sesuai atau kurang sesuai untuk kegiatan tertentu. Perhitungannya menggunakan unsur kalender tradisional, antara lain wuku, sasih, panglong, dan alahing dewasa. Amerta Dadi pada hari ini disebut baik untuk upacara Dewa Yadnya dan pemujaan terhadap leluhur.

Kalender yang sama mencatat Kala Ngadeg baik untuk membuat pintu gerbang, tembok pekarangan, pagar, sangkar ayam, kisa pengaduan, memulai pemeliharaan ayam kurungan, serta membuat empangan atau bendungan. Sebaliknya, Kaleburau tidak baik untuk karya ayu atau yadnya dan atiwa-tiwa/ngaben, sedangkan Macekan Lanang tidak baik untuk upacara yadnya.

Bagi pembaca, perubahan yang berlaku hari itu adalah pilihan waktu kegiatan: Amerta Dadi dapat dijadikan rujukan untuk Dewa Yadnya dan pemujaan leluhur, sementara kegiatan lain perlu disesuaikan dengan catatan ala ayuning dewasa. Untuk ritual adat atau keputusan penting, kalender menyarankan konsultasi dengan pemangku adat setempat agar sesuai konteks spiritual dan lokal.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Budaya

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.