Bali Aktual

Senin, 12 Oktober 2026

Puri Agung Klungkung Gelar Abhiseka dan Festival di Kertagosa

Puri Agung Klungkung menggelar Abhiseka Ida Dalem Smara Putra XVI dan Klungkung Heritage Festival pada 10 Oktober 2026. Kirab budaya berakhir di Pelataran Pemedal Agung Kertagosa.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Puputan Monument in Semarapura.
Foto arsip: Puputan Monument in Semarapura. · Foto: Hannolans / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Semarapura — Puri Agung Klungkung menggelar peringatan Abhiseka Ida Dalem Smara Putra XVI Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Klungkung Heritage Festival pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Prosesi kirab berangkat dari Puri Agung Klungkung menuju kawasan Kertagosa di Kompleks Istana Kerajaan Klungkung, Jalan Untung Surapati, Semarapura, Kabupaten Klungkung.

Rangkaian acara diawali dengan kirab budaya. Raja Klungkung XII Ida Dalem Smara Putra bersama permaisuri ditandu menuju Monumen Puputan Klungkung untuk menyaksikan parade budaya, kemudian melanjutkan prosesi ke Pelataran Pemedal Agung Kertagosa sebagai lokasi puncak perayaan.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Melestarikan Adat Budaya Dresta Bali”. Peringatan Abhiseka disebut sebagai wujud komitmen Puri Agung Klungkung mempertahankan adat dan istiadat di tengah tantangan zaman modern serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kirab menghubungkan Puri Agung dan Kertagosa

Bagi pembaca di Bali, jalur kegiatan pada 10 Oktober 2026 memperlihatkan hubungan langsung antara Puri Agung Klungkung, Monumen Puputan Klungkung, dan Kertagosa sebagai ruang sejarah serta budaya di Semarapura. Kertagosa berada di Kabupaten Klungkung dan menjadi lokasi puncak perayaan sekaligus bagian dari rangkaian festival.

Acara ini juga dihadiri Bupati Klungkung I Made Satria, Ny. Eva Satria, Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, para raja dan sultan Nusantara, penglingsir serta pasemetonan puri se-Bali, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Danrem 163/Wirasatya, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Klungkung, dan undangan lainnya.

Menurut laporan, peringatan tersebut bertujuan menjaga keberlanjutan tradisi budaya Bali serta mendukung pengembangan pariwisata Kabupaten Klungkung agar lebih dikenal di Nusantara. Tidak ada tarif, perubahan jadwal layanan, atau penutupan jalur yang disebutkan dalam laporan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Budaya

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.