Bali Aktual

Minggu, 11 Oktober 2026

Pemkab Gianyar Seimbangkan Budaya, Pariwisata, dan Kesejahteraan

Pada 10 Oktober 2026, Pemkab Gianyar menyampaikan komitmen menyeimbangkan pelestarian budaya, pariwisata, peningkatan SDM, dan kesejahteraan masyarakat.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tangan seorang perajin sedang mengukir motif pada papan kayu menggunakan pahat.
Ilustrasi: Tangan seorang perajin sedang mengukir motif pada papan kayu menggunakan pahat. · Foto: Beyzaa Yurtkuran / Pexels

Gianyar — Pemerintah Kabupaten Gianyar menyampaikan komitmen menyeimbangkan pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, peningkatan sumber daya manusia, dan kesejahteraan masyarakat pada 10 Oktober 2026. Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun saat menerima kunjungan kerja reses Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Kabupaten Gianyar.

Komisi X DPR RI datang untuk menyerap masukan, data faktual, dan persoalan lapangan terkait pendidikan serta kebudayaan. Hasil pertemuan akan menjadi bahan dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat bersama pemerintah pada masa sidang berikutnya.

Pemkab Gianyar menyebut pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif sebagai sektor yang didorong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seni, tradisi, dan kreativitas lokal diarahkan memberi nilai tambah bagi pembangunan daerah.

Penguatan sektor tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang unggul secara akademik, berkarakter, kreatif, memiliki keterampilan, dan mencintai budaya lokal. Pelestarian budaya serta pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif juga diharapkan membuka peluang lebih luas bagi usaha mikro, kecil, dan menengah, seniman, generasi muda, desa, dan masyarakat lokal.

Komitmen Gianyar Menghubungkan Budaya dan Manfaat Ekonomi

Bagi pembaca di Gianyar, arah kebijakan ini berarti seni dan tradisi tidak hanya ditempatkan sebagai warisan, tetapi juga sebagai dasar pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Manfaat yang disebut Pemkab Gianyar mencakup peluang bagi UMKM, seniman, generasi muda, serta masyarakat desa.

Kunjungan Komisi X menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Komisi X juga menyampaikan bahwa masukan dari Gianyar akan digunakan dalam proses perumusan kebijakan dan alokasi anggaran bersama pemerintah.

Dalam pengawasan, Komisi X telah membentuk lima panitia kerja, antara lain Panja Pendidikan 3T dan Daerah Marginal, Panja Perguruan Tinggi Kementerian/Lembaga, Panja Pelestarian Cagar Budaya, Panja Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru, serta Panja Pelindungan dan Pemanfaatan Cagar Budaya.

Belum ada perubahan tarif, jadwal layanan, atau jalur perjalanan yang diumumkan dalam laporan tersebut. Perubahan yang dapat dicatat hari itu adalah masuknya aspirasi dan kebutuhan Gianyar sebagai bahan pembahasan lanjutan Komisi X DPR RI.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Budaya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.