Bali Aktual

Minggu, 11 Oktober 2026

Kalender Bali Catat Ternak Baik pada 11 Oktober di Bali

Kalender Bali menilai pemeliharaan ternak baik pada Minggu, 11 Oktober 2026. Namun, pernikahan, ngaben, dan pembangunan rumah tercatat tidak baik pada tanggal tersebut.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Foto bersama peserta yang antusias melakukan penyuntingan artikel bersama pada saat pelatihan Wikipedia bersama tim Wiki Kelana Budaya dan Wiki Denp…
Foto arsip: Foto bersama peserta yang antusias melakukan penyuntingan artikel bersama pada saat pelatihan Wikipedia bersama tim Wiki Kelana Budaya dan Wiki Denpasar. · Foto: Komengskuy / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Denpasar — Kalender Bali mencatat Minggu, 11 Oktober 2026 sebagai hari yang baik untuk memulai mengajar atau melatih sapi, kerbau, kuda, dan ternak lainnya, serta mengambil atau memelihara ternak.

Pada tanggal yang sama, catatan ala ayuning dewasa menyebut pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa atau ngaben, dan pembangunan rumah sebagai kegiatan yang tidak baik. Kalender ini juga mencatat 11 Oktober 2026 sebagai Tilem Kapat.

Catatan hari baik membantu krama mengatur kegiatan adat

Bagi krama di Denpasar dan Bali, informasi ini dapat menjadi bahan awal untuk mengatur kegiatan keluarga, pertanian, dan pemeliharaan ternak. Istilah dewasa ayu merujuk pada pertimbangan hari yang dinilai baik, sedangkan ala ayuning dewasa memuat baik-buruknya waktu untuk kegiatan tertentu.

Rujukan yang dikutip media menyebut Carik Walangati tidak baik untuk pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben, dan membangun rumah. Kala Angin dinilai baik untuk memulai mengajar atau melatih sapi, kerbau, kuda, dan ternak lainnya. Kala Upa dinilai baik untuk memulai mengambil atau memelihara ternak, yang disebut wewalungan.

Catatan kalender tidak menggantikan pertimbangan adat. Untuk pernikahan, upacara pitra yadnya seperti ngaben, atau pembangunan rumah, krama tetap perlu menyesuaikan keputusan dengan konteks keluarga dan berkonsultasi dengan pemangku adat setempat. Bagi kegiatan di tingkat desa adat, banjar, atau subak, jadwal dan ketentuan awig-awig setempat juga perlu diperiksa.

Pada hari itu, pembaca dapat memakai catatan tersebut sebagai pertimbangan waktu: kegiatan terkait pelatihan dan pemeliharaan ternak tercatat baik, sementara pernikahan, ngaben, dan pembangunan rumah tercatat tidak baik.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Budaya

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.