Kalender Bali Catat Ternak Baik pada 11 Oktober di Bali
Kalender Bali menilai pemeliharaan ternak baik pada Minggu, 11 Oktober 2026. Namun, pernikahan, ngaben, dan pembangunan rumah tercatat tidak baik pada tanggal tersebut.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Denpasar — Kalender Bali mencatat Minggu, 11 Oktober 2026 sebagai hari yang baik untuk memulai mengajar atau melatih sapi, kerbau, kuda, dan ternak lainnya, serta mengambil atau memelihara ternak.
Pada tanggal yang sama, catatan ala ayuning dewasa menyebut pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa atau ngaben, dan pembangunan rumah sebagai kegiatan yang tidak baik. Kalender ini juga mencatat 11 Oktober 2026 sebagai Tilem Kapat.
Catatan hari baik membantu krama mengatur kegiatan adat
Bagi krama di Denpasar dan Bali, informasi ini dapat menjadi bahan awal untuk mengatur kegiatan keluarga, pertanian, dan pemeliharaan ternak. Istilah dewasa ayu merujuk pada pertimbangan hari yang dinilai baik, sedangkan ala ayuning dewasa memuat baik-buruknya waktu untuk kegiatan tertentu.
Rujukan yang dikutip media menyebut Carik Walangati tidak baik untuk pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben, dan membangun rumah. Kala Angin dinilai baik untuk memulai mengajar atau melatih sapi, kerbau, kuda, dan ternak lainnya. Kala Upa dinilai baik untuk memulai mengambil atau memelihara ternak, yang disebut wewalungan.
Catatan kalender tidak menggantikan pertimbangan adat. Untuk pernikahan, upacara pitra yadnya seperti ngaben, atau pembangunan rumah, krama tetap perlu menyesuaikan keputusan dengan konteks keluarga dan berkonsultasi dengan pemangku adat setempat. Bagi kegiatan di tingkat desa adat, banjar, atau subak, jadwal dan ketentuan awig-awig setempat juga perlu diperiksa.
Pada hari itu, pembaca dapat memakai catatan tersebut sebagai pertimbangan waktu: kegiatan terkait pelatihan dan pemeliharaan ternak tercatat baik, sementara pernikahan, ngaben, dan pembangunan rumah tercatat tidak baik.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Ambara Usulkan Bali Jadi Pusat Pengembangan PFII
Gede Ngurah Ambara Putra mengusulkan Bali menjadi pusat pengembangan PFII untuk memperluas pertumbuhan ekonomi di luar pariwisata. Lokasinya masih die…
Terbaru di Budaya

Berita utama hari ini

Baca juga





