Bali Aktual

Minggu, 20 September 2026

Pranawa Swaram, dari Gamelan Pribadi ke Panggung PKB 2025

Sanggar Seni Pranawa Swaram di Dalung, Badung, lahir dari kepemilikan gamelan Selonding pribadi pada 2020.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Gamelan player in Bali.
Foto arsip: Gamelan player in Bali. · Foto: Schnobby / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0

Dalung — — Sanggar Seni Pranawa Swaram di Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, berawal dari kepemilikan seperangkat gamelan Selonding pribadi pada 2020 dan berkembang menjadi ruang belajar seni tabuh bagi generasi muda desa setempat.

Sanggar ini didirikan oleh I Gede Eka Adi Saputra menjelang pandemi Covid-19. Menurut laporan BudayaBali.com, embrio sanggar bermula dari kelompok tabuh kecil yang dibentuk berdasarkan kecintaan pendirinya terhadap gamelan Selonding yang ia miliki sendiri.

Dari kelompok tabuh tersebut, Pranawa Swaram tumbuh menjadi sanggar seni yang menampung anak-anak dan remaja Dalung untuk belajar tabuh. BudayaBali.com menggambarkan sanggar ini sebagai rumah bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai warisan leluhur melalui seni gamelan.

Dari gamelan pribadi ke sanggar terbuka

Laporan BudayaBali.com menyebut 2023 sebagai momentum penting perkembangan sanggar. Pada tahun itu, Pranawa Swaram memperoleh perhatian dan dukungan pemerintah berupa satu set lengkap Gamelan Semar Pegulingan.

Bantuan Semar Pegulingan menjadi pemicu perubahan kelompok tabuh kecil menjadi sanggar yang resmi dibuka untuk publik. Dengan fasilitas yang lebih memadai, sanggar mulai membuka pintu bagi masyarakat umum, khususnya generasi muda di Desa Dalung.

Syarat keanggotaan dibuat inklusif, yakni minimal siswa kelas 3 sekolah dasar. Menurut BudayaBali.com, ketentuan ini dimaksudkan agar pengenalan seni tabuh dilakukan sejak usia sekolah dasar, sehingga proses regenerasi penabuh dapat berjalan lebih terencana.

Pranawa Swaram menempatkan regenerasi penabuh sebagai alasan utama keberadaannya. Dalam kehidupan adat Bali, gamelan mengiringi berbagai upacara keagamaan dan kegiatan adat, sehingga kemampuan menabuh dipandang sebagai kebutuhan komunitas yang harus dijaga antar-generasi.

Program belajar dan kelas privat

Kegiatan pembelajaran di sanggar berpusat pada dua perangkat utama: gamelan Selonding dan Semar Pegulingan. BudayaBali.com menggambarkan proses belajar berlangsung terstruktur dalam suasana kekeluargaan, menekankan kedisiplinan, kebersamaan, dan rasa memiliki terhadap gamelan.

Di luar sesi reguler, Pranawa Swaram juga membuka kelas privat untuk instrumen tertentu, terutama kendang dan gender. Kelas ini ditujukan untuk memperdalam kemampuan individu pada instrumen kunci dalam ansambel gamelan, serta mempersiapkan penabuh yang dapat tampil dalam berbagai konteks pertunjukan.

Mewakili Badung di Pesta Kesenian Bali 2025

Pada Juli 2025, Sanggar Seni Pranawa Swaram mencatat tonggak penting dengan terpilih sebagai duta Kabupaten Badung di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII 2025. BudayaBali.com menyebut kesempatan tampil di PKB sebagai hasil langsung dari proses pembinaan di sanggar.

Jadwal resmi PKB 2025 yang dimuat Balipost.com mencatat Pranawa Swaram sebagai peserta Rekasadana (Pergelaran) Kesenian Tradisional, mewakili Kabupaten Badung, dengan lokasi pentas di Kalangan Angsoka pada 6 Juli 2025. Liputan jadwal lengkap PKB XLVII 2025 oleh Detik Bali juga menyebut Sanggar Seni Pranawa Swaram sebagai duta Badung dalam program Rekasadana Kesenian Tradisional di Gedung Ksirarnawa. Kedua sumber ini menguatkan keterangan BudayaBali.com bahwa sanggar tersebut tampil di panggung PKB 2025.

Bagi pengelola dan anggota sanggar, keterlibatan dalam PKB menjadi pengakuan atas kerja pembinaan di tingkat desa. Penampilan di ajang provinsi ini sekaligus menunjukkan bahwa sanggar komunitas dapat menjadi salah satu jalur efektif pelestarian seni tabuh, dari kelompok belajar kecil berbasis gamelan pribadi menuju panggung kesenian Bali skala lebih luas.

Linimasa perkembangan Pranawa Swaram

  • 2020: Embrio Sanggar Seni Pranawa Swaram lahir dari kepemilikan gamelan Selonding pribadi dan pembentukan kelompok tabuh kecil oleh I Gede Eka Adi Saputra.
  • 2023: Sanggar menerima dukungan pemerintah berupa satu set Gamelan Semar Pegulingan, yang menandai pembukaan sanggar secara lebih luas untuk masyarakat umum.
  • Juli 2025: Pranawa Swaram tampil sebagai duta Kabupaten Badung dalam Rekasadana Kesenian Tradisional di Pesta Kesenian Bali XLVII 2025, sebagaimana tercatat dalam jadwal resmi PKB dan laporan media lokal.
  • 14 September 2026: BudayaBali.com menerbitkan laporan mendalam mengenai perjalanan dan visi Sanggar Seni Pranawa Swaram.

Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bagaimana kepemilikan gamelan pribadi dapat berkembang menjadi sanggar seni yang terbuka, dengan dukungan pemerintah, partisipasi generasi muda, dan ruang tampil di ajang kesenian tingkat provinsi.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.