Bali Aktual

Minggu, 20 September 2026

Pipa Telaga Waja Diperbaiki, Air di Enam Kecamatan Karangasem Normal

Pipa milik UPTD Telaga Waja Bali yang jebol di Jembatan Tukad Batah, Duda, Selat, selesai diperbaiki pada 21 Agustus 2026 malam.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Ujung Water Palace is a former palace in Karangasem, Bali.
Foto arsip: Ujung Water Palace is a former palace in Karangasem, Bali. · Foto: Surya Edy Gautama / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Amlapura — Pelayanan air bersih di enam kecamatan di Kabupaten Karangasem kembali normal setelah kebocoran pipa milik UPTD Telaga Waja Bali di Jembatan Tukad Batah, Banjar/Desa Duda, Kecamatan Selat, selesai diperbaiki pada 21 Agustus 2026 malam menurut Direktur Perumda Tirta Tohlangkir, I Komang Haryadi Parwatha.

Parwatha menjelaskan, air kembali normal dialirkan mulai Sabtu, 22 Agustus 2026, setelah perbaikan pipa berdiameter 71 sentimeter yang jebol di Jembatan Tukad Batah rampung dikerjakan pada 19–21 Agustus 2026.

Enam kecamatan yang sempat terdampak gangguan suplai air bersih adalah Selat, Manggis, Bebandem, Karangasem, Abang, dan Kubu.

Menurut Parwatha, gangguan paling dirasakan pelanggan di Kecamatan Karangasem, Selat, Bebandem, dan Manggis karena pasokan bergantung langsung pada aliran pipa Telaga Waja.

Sementara itu, pelanggan di Kecamatan Abang dan Kubu relatif lebih terlindungi dari dampak gangguan karena sudah ada stok air di reservoir yang menyuplai wilayah tersebut selama masa perbaikan.

Selama perbaikan pipa berlangsung dan distribusi dari Telaga Waja terganggu, Perumda Tirta Tohlangkir menyalurkan air bersih kepada pelanggan menggunakan mobil tangki sebagai langkah darurat.

Dampak kepada pelanggan

Parwatha menyebut sekitar 1.500 pelanggan mengalami gangguan layanan air bersih akibat kebocoran pipa di Jembatan Tukad Batah.

Angka tersebut berbeda dari pernyataan sebelumnya dari Kepala Bagian Teknik Perumda Tirta Tohlangkir, Ida Bagus Sudirga, yang menyebut sekitar 6.800 pelanggan terdampak pada gangguan pipa Telaga Waja di Karangasem dalam kesempatan berbeda pada Juni 2025.

Pada gangguan Desember 2024 yang mempengaruhi lima kecamatan, Perumda juga melaporkan penyaluran air melalui mobil tangki kepada pelanggan secara bergiliran sambil menunggu proses perbaikan pipa Telaga Waja.

Data keanggotaan pelanggan Perumda Tirta Tohlangkir menunjukkan total 43.227 pelanggan, dengan golongan rumah tangga menjadi kelompok terbesar, yakni 37.059 pelanggan, disusul pelanggan niaga, bisnis, sosial, dan industri.

Jumlah pelanggan tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama perusahaan daerah ketika terjadi gangguan suplai air Telaga Waja, karena belum semua pelanggan menerima layanan air bersih secara kontinyu.

Sumber pasokan dan jaringan pipa

Perumda Tirta Tohlangkir membeli air baku dari UPTD Telaga Waja Provinsi Bali untuk kemudian diolah dan didistribusikan kepada pelanggan di berbagai kecamatan.

Pipa transmisi Telaga Waja yang menjadi sumber utama pasokan air bagi Karangasem membentang dari wilayah Desa Menanga, Kecamatan Rendang, menuju sejumlah reservoir dan jaringan distribusi yang menyuplai hingga Kecamatan Kubu serta wilayah lain di Bebandem, Manggis, Karangasem, dan Abang.

Jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Telaga Waja memiliki panjang lebih dari 70 kilometer dan melintasi topografi yang ekstrem, sehingga kebocoran atau kerusakan pipa kerap menimbulkan gangguan layanan di beberapa kecamatan.

Gangguan pada pipa Telaga Waja bukan kali pertama terjadi. Dewan Karangasem dan sejumlah media lokal menyoroti seringnya gangguan air bersih akibat kebocoran pipa induk milik UPTD Telaga Waja, yang berada di luar kendali langsung Perumda Tirta Tohlangkir.

Konteks layanan air Telaga Waja

Air Sungai Telaga Waja dimanfaatkan melalui SPAM Telaga Waja untuk memperluas layanan air bersih di Karangasem, termasuk ke wilayah yang sebelumnya kesulitan akses air seperti Desa Kubu dan sejumlah desa di Abang, Kubu, dan sekitarnya.

Pemerintah daerah dan Perumda Tirta Tohlangkir menggandeng UPTD Telaga Waja dan Balai Wilayah Sungai Bali-Penida dalam pengelolaan dan optimalisasi jaringan Telaga Waja untuk meningkatkan debit dan memperluas cakupan layanan, sekaligus mengurangi operasional pompa milik Perumda di beberapa titik.

Serangkaian gangguan pipa Telaga Waja dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian DPRD Karangasem, yang mendesak percepatan perbaikan kebocoran dan peningkatan keandalan jaringan agar pelanggan di berbagai kecamatan tidak kembali mengalami krisis air bersih berkepanjangan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.