Pemkab Buleleng Siapkan Rp2,1 Miliar untuk Jalan Patimura dan Kakatua
Pemerintah Kabupaten Buleleng menyiapkan konstruksi dan drainase khusus untuk peningkatan Jalan Patimura dan Jalan Kakatua di Singaraja yang kerap dilalui kendaraan berat.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Singaraja — Pemerintah Kabupaten Buleleng menyiapkan konstruksi khusus untuk peningkatan Jalan Patimura di Kelurahan Kampung Bugis dan Jalan Kakatua di Kelurahan Kaliuntu, Kecamatan Buleleng, karena kedua ruas tersebut kerap dilalui kendaraan berat dan berada di kawasan padat penduduk.
Paket pekerjaan Jalan Kakatua dan Jalan Patimura memiliki pagu anggaran sekitar Rp2,1 miliar dengan nilai kontrak Rp2.099.996.158, meliputi penanganan badan jalan dan saluran drainase. Menurut pemberitaan RRI Singaraja, panjang Jalan Kakatua sekitar 260 meter dan Jalan Patimura sekitar 750 meter, dengan total penanganan sekitar 1,01 kilometer.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra meninjau progres peningkatan kapasitas Jalan Patimura dan Jalan Kakatua pada Kamis, 17 September 2026, didampingi jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman. Dalam kunjungan itu, ia menjelaskan bahwa beban lalu lintas di Jalan Patimura membuat desain konstruksi perlu dibedakan dari penanganan jalan pada umumnya.
“Di Patimura ini bebannya cukup tinggi karena sering dilalui kendaraan berat. Jadi, ada perlakuan khusus, baik konstruksinya maupun penanganan salurannya,” kata Sutjidra saat meninjau kondisi jalan Patimura, sebagaimana dikutip RRI. Menurut dia, ketebalan aspal diperhitungkan dengan mempertimbangkan beban kendaraan yang melintas, dan material yang digunakan memiliki daya tahan lebih tinggi.
Drainase diperkuat bersamaan
Perbaikan Jalan Patimura tidak hanya berupa pelapisan permukaan, tetapi juga mencakup penanganan saluran air di kawasan tikungan yang selama ini memicu genangan dan banjir. Menurut RRI, penanganan drainase dilakukan bersamaan agar aliran air lebih lancar dan tidak kembali menimbulkan persoalan genangan di kawasan padat penduduk.
Bali Post dan RRI sama-sama memberitakan bahwa pekerjaan pada dua ruas ini sudah berjalan secara bertahap. Penanganan lebih dahulu dilakukan di Jalan Kakatua dan disebut sudah mulai serta mendekati penyelesaian, sebelum dilanjutkan ke Jalan Patimura. Sutjidra menyebut pekerjaan di Jalan Kakatua ditargetkan selesai dalam waktu dekat, lalu kontraktor melanjutkan penanganan ke Jalan Patimura.
Menurut pemberitaan Bali Post, total anggaran untuk penanganan dua ruas tersebut mencapai sekitar Rp2 miliar lebih dengan panjang keseluruhan sekitar 900 meter. Biaya pekerjaan menjadi lebih tinggi karena adanya perlakuan khusus pada sejumlah bagian, terutama di Jalan Patimura yang sering dilintasi kendaraan berat.
Target rampung akhir November 2026
RRI melaporkan, pemerintah daerah menargetkan seluruh pekerjaan peningkatan Jalan Patimura dan Jalan Kakatua, termasuk perbaikan drainase, rampung paling lambat akhir November 2026. Bali Post menyebut target penyelesaian pekerjaan pada akhir November tahun berjalan.
Pemerintah Kabupaten Buleleng sebelumnya telah memetakan penanganan jalan rusak secara bertahap dengan fokus pada jalur padat lalu lintas. Jalan Patimura termasuk ruas yang menjadi sorotan karena kondisi kerusakan dan fungsinya sebagai jalur kendaraan berat, sehingga peningkatan konstruksi dan perbaikan saluran air diprioritaskan dalam paket pekerjaan tahun 2026.
Dalam keterangan kepada media, Bupati Sutjidra menegaskan perlunya konstruksi yang lebih kuat dan penanganan drainase yang memadai agar perbaikan Jalan Patimura dan Jalan Kakatua tidak cepat kembali rusak akibat beban kendaraan berat dan genangan air.
Sumber
- RRI Singaraja - Jalan Patimura Segera Diperbaiki, Konstruksi Disesuaikan untuk Kendaraan Berat
- Bali Post - Jalan Pattimura Kerap Dilintasi Kendaraan Berat, Pemkab Buleleng Siapkan Konstruksi Khusus
- Tribun Bali - Dianggarkan Rp2 M Lebih, Jalan Patimura Buleleng Bali Diperbaiki, Sutjidra: Konstruksinya Khusus
- detikBali - 300 Km Jalan di Buleleng Rusak, Pemkab Lakukan Penanganan Bertahap
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Pariwisata
Kolam di Air Terjun Toya Bulan, Banyu Wana Amertha, dan Taman Sari
Sejumlah air terjun di Bali, seperti Toya Bulan di Bangli, Banyu Wana Amertha di Buleleng, dan Taman Sari di Gianyar, menawarkan kolam berendam bagi w…
Terbaru di Kabupaten/Kota
Baca juga




