Bali Aktual

Minggu, 20 September 2026

Pertamina Bangun Jetty 1 Baru di Terminal BBM Manggis, Rampung 2026

Pertamina Patra Niaga menugaskan Wijaya Karya membangun Jetty 1 Baru di Integrated Terminal Manggis, Karangasem.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Karangasem — PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan pembangunan fasilitas Jetty 1 Baru di Integrated Terminal (IT) Manggis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, untuk meningkatkan kapasitas bongkar muat dan keandalan pasokan BBM di Bali dan wilayah sekitarnya.

Rencana pembangunan jetty baru di Terminal Manggis disampaikan dalam keterangan resmi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, selaku kontraktor proyek, yang menyebutkan bahwa pekerjaan Pembangunan Jetty 1 Baru di Integrated Terminal Manggis diberikan oleh Pertamina Patra Niaga dengan nilai kontrak sekitar Rp 475 miliar dan ditargetkan rampung pada 2026.

Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito mengatakan pembangunan Jetty 1 Baru di Terminal Manggis ditujukan untuk mengoptimalkan kapasitas bongkar muat dan meningkatkan kehandalan serta ketahanan stok BBM di Pulau Bali dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Dalam pelaksanaannya, WIKA mengerjakan pembangunan dermaga mulai dari persiapan lahan hingga pengoperasian.

Dalam kesempatan terpisah, Dewan Komisaris Pertamina menyoroti pentingnya keandalan fasilitas di Terminal Manggis, termasuk melalui pembangunan fasilitas jetty, untuk memperkuat fleksibilitas operasi, keandalan bongkar muat, mempercepat distribusi energi, mengurangi risiko antrean dan keterlambatan kapal, serta meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.

Peran Terminal Manggis dalam pasokan BBM Bali

Integrated Terminal Manggis merupakan salah satu titik suplai utama BBM di Bali. Dalam berbagai pernyataan resmi, Pertamina Patra Niaga menyebut terminal ini sebagai salah satu lokasi penerimaan dan penyaluran BBM jenis Pertalite dan Pertamax menuju SPBU di Bali.

Saat terjadi gangguan distribusi ke Terminal BBM Sanggaran di Denpasar akibat cuaca buruk, Pertamina beberapa kali melakukan alih suplai melalui Terminal Manggis untuk menjaga ketersediaan BBM di wilayah Badung dan Denpasar. Menurut Ahad Rahedi, Manager Komunikasi, Relasi, dan TJSL Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, langkah alih suplai dari Manggis digunakan sebagai mitigasi ketika jadwal sandar kapal di jalur utama terganggu.

Pembangunan Jetty 1 Baru di Terminal Manggis diharapkan memperkuat peran terminal ini sebagai suplai point bagi Bali dan pulau-pulau sekitarnya, terutama dalam kondisi gangguan jalur distribusi.

Dampak terhadap keandalan pasokan

Menurut Wijaya Karya, penambahan Jetty 1 Baru akan mengoptimalkan kapasitas bongkar muat kapal tanker di Terminal Manggis dan meningkatkan ketahanan stok BBM di Bali. Dewan Komisaris Pertamina menilai penguatan fasilitas jetty akan meningkatkan fleksibilitas operasi, mempercepat distribusi energi, serta mengurangi risiko antrean kapal.

Selama ini, ketika terjadi lonjakan permintaan atau penyesuaian jadwal sandar kapal, Pertamina mempercepat pasokan ke IT Manggis dan FT Sanggaran untuk mengurai antrean di SPBU, antara lain dengan mendatangkan kapal tanker membawa jutaan liter Pertalite dan Pertamax ke Terminal Manggis. Dengan kapasitas jetty yang ditingkatkan, proses bongkar muat diharapkan lebih cepat sehingga penyaluran ke SPBU dapat berlangsung lebih lancar.

Meski demikian, rincian teknis seperti kapasitas bongkar muat Jetty 1 Baru, spesifikasi kapal yang dapat bersandar, serta jadwal detail tahapan konstruksi belum dijelaskan secara rinci dalam keterangan yang tersedia.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.