256 Warga Karangasem Gagal Ginjal, 76 Masih Antre Cuci Darah
Sebanyak 256 warga Karangasem tercatat menderita gagal ginjal.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Karangasem — Sebanyak 256 warga Kabupaten Karangasem tercatat menderita gagal ginjal, dengan 76 pasien masih menunggu layanan cuci darah di RSUD Karangasem karena keterbatasan fasilitas hemodialisis menurut laporan media lokal dan keterangan manajemen rumah sakit.
Media Indonesia melaporkan data terbaru yang menyebut 256 warga di wilayah Karangasem didiagnosis gagal ginjal, sedangkan 76 pasien berada dalam daftar tunggu untuk mendapatkan jadwal cuci darah di RSUD Karangasem. Laporan itu menempatkan RSUD Karangasem sebagai fasilitas rujukan utama layanan hemodialisis di daerah tersebut.
Antrean layanan di RSUD Karangasem
Media lokal NusaBali memberitakan bahwa dari 256 pasien gagal ginjal di Karangasem, sebanyak 180 pasien sudah terjadwal dan menjalani cuci darah secara rutin dua kali seminggu di RSUD Karangasem. Sisanya, 76 pasien masih menunggu jadwal pelayanan karena kapasitas mesin hemodialisis belum mencukupi.
Direktur RSUD Karangasem, dr I Putu Angga Wirayogi, didampingi Kepala Bidang Pelayanan dr I Gusti Lanang Udiyana, menjelaskan rumah sakit saat ini mengoperasikan 30 mesin hemodialisis. Dalam satu hari, layanan cuci darah dibagi menjadi dua shift dengan total kapasitas sekitar 60 pasien per hari. Dengan pola layanan dua kali seminggu, rumah sakit menyebut dapat melayani sekitar 180 pasien dalam tiga hari.
Menurut manajemen RSUD Karangasem, keterbatasan jumlah mesin menjadi salah satu alasan belum semua pasien gagal ginjal memperoleh jadwal layanan hemodialisis. Rumah sakit merencanakan penambahan sekitar 20 mesin hemodialisis agar seluruh pasien dapat terlayani. Rencana ini diharapkan mengurangi antrean dan mempercepat akses layanan bagi 76 pasien yang masih menunggu.
Kebutuhan layanan hemodialisis
Media Indonesia menulis bahwa tingginya jumlah warga yang didiagnosis gagal ginjal di Karangasem menunjukkan kebutuhan layanan hemodialisis yang terus meningkat. RSUD Karangasem menjadi lokasi penanganan utama, sehingga tekanan terhadap kapasitas mesin dan ruang pelayanan cukup besar. NusaBali menambahkan, sebagian pasien menjalani cuci darah secara rutin dua kali seminggu, sesuai standar terapi pengganti fungsi ginjal.
Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal ketika organ tersebut tidak lagi mampu menyaring darah secara memadai. Informasi layanan RSUD Karangasem menyebut unit hemodialisa di rumah sakit ini telah menjadi rujukan bagi banyak fasilitas kesehatan untuk pasien cuci darah. Layanan tersebut digunakan bagi penderita dengan penurunan fungsi ginjal, baik akut maupun kronik.
Peningkatan jumlah pasien dan antrean di RSUD Karangasem menempatkan kepastian jadwal dan keberlanjutan layanan sebagai hal penting bagi pasien dan keluarga. Manajemen rumah sakit menyatakan penambahan mesin diharapkan memastikan seluruh pasien gagal ginjal di Karangasem bisa memperoleh layanan hemodialisis secara berkala.
Data utama kasus gagal ginjal di Karangasem
Berdasarkan laporan Media Indonesia dan NusaBali, data terkini yang disampaikan adalah:
- Warga Karangasem yang tercatat menderita gagal ginjal: 256 orang.
- Pasien yang telah terjadwal dan menjalani cuci darah rutin di RSUD Karangasem: sekitar 180 orang.
- Pasien gagal ginjal yang masih menunggu jadwal cuci darah di RSUD Karangasem: 76 orang.
- Jumlah mesin hemodialisis yang saat ini dioperasikan RSUD Karangasem: 30 unit.
- Rencana penambahan mesin hemodialisis di RSUD Karangasem: sekitar 20 unit.
Informasi ini menunjukkan beban layanan yang cukup besar pada fasilitas hemodialisis di RSUD Karangasem dan perlunya penyesuaian kapasitas agar seluruh pasien gagal ginjal di kabupaten tersebut dapat memperoleh terapi secara teratur.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Kabupaten/Kota
Firman Soebagyo Desak KLB Rabies Terbatas di Bali dan Anggaran Khusus
Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo meminta pemerintah pusat mempertimbangkan penetapan status kejadian luar biasa rabies secara terbatas di Bali…
Terbaru di Data Bali

Berita utama hari ini

Baca juga



