Klungkung Bangun SWRO Jungutbatu untuk Air Bersih Nusa Penida
Pemkab Klungkung bersama Perumda Air Minum Panca Mahottama dan PT Tiara Cipta Nirwana membangun instalasi SWRO di Desa Jungutbatu untuk mengolah air laut menjadi air bersih.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Nusa Penida — Pemerintah Kabupaten Klungkung menyiapkan instalasi pengolahan air laut menjadi air bersih dengan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusa Penida. Fasilitas ini digarap bersama Perumda Air Minum Panca Mahottama melalui kerja sama dengan perusahaan swasta untuk memasok air bagi warga dan pelaku usaha pariwisata di Nusa Lembongan dan Jungutbatu.
Pembangunan SWRO Jungutbatu dilakukan dalam skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) antara Perumda Air Minum Panca Mahottama dan PT Tiara Cipta Nirwana. Menurut Direktur Perumda Nyoman Renin Suyasa, perusahaan mitra bertanggung jawab menyiapkan produksi air, memasang jaringan induk, dan mendistribusikan air ke rumah-rumah pelanggan dengan menjamin kualitas, kuantitas, dan kontinuitas layanan.
Teknologi SWRO dan kapasitas produksi
SWRO merupakan teknologi desalinasi yang memurnikan air laut menjadi air bersih melalui membran bertekanan tinggi. Menurut studi instalasi pengolahan air minum di Perumda Air Minum Panca Mahottama, rangkaian unit SWRO meliputi bangunan intake, pengolahan awal, membran ion exchange, membran ultrafiltrasi, hingga membran reverse osmosis. Pengolahan ini menurunkan total zat terlarut (TDS), kesadahan, klorida, dan konduktivitas sehingga mutu air memenuhi baku mutu air minum.
Perumda dan pemerintah daerah menargetkan SWRO Jungutbatu mampu memproduksi sekitar 3.000 meter kubik air per hari, dengan layanan hingga 450 sambungan rumah. Dalam pernyataan lain, perangkat daerah menyebut sistem penyulingan air laut di Jungutbatu dirancang berkapasitas sekitar 120 liter per detik untuk melayani kebutuhan air di Nusa Lembongan dan Jungutbatu.
Di kepulauan sekitar Nusa Penida, sistem SWRO sebelumnya telah beroperasi di Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Instalasi SPAM SWRO Nusa Ceningan yang dibangun dengan anggaran pemerintah pusat pada 2013/2014 memiliki kapasitas produksi sekitar 5 liter per detik dan menargetkan 1.500 sambungan rumah di Lembongan dan Jungutbatu. Pemerintah daerah kemudian melanjutkan optimalisasi penyelenggaraan SPAM SWRO Nusa Lembongan dengan target 500 sambungan rumah.
Kebutuhan air bersih dan pariwisata
Kepulauan Nusa Penida, termasuk Nusa Lembongan dan Jungutbatu, menghadapi keterbatasan sumber air baku di tengah pertumbuhan pariwisata. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyatakan krisis air bersih di Nusa Penida mendorong pemerintah mengembangkan penyulingan air laut, mengikuti sistem SWRO yang lebih dulu berjalan di Nusa Lembongan dan Ceningan.
Menurut Suwirta, penyulingan air laut dengan sistem SWRO di Jungutbatu dirancang menghasilkan hingga 120 liter per detik air siap minum untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan usaha perhotelan serta restoran di kawasan wisata. Pemerintah provinsi dan kabupaten menempatkan fasilitas SWRO sebagai salah satu solusi untuk mengatasi mahalnya harga air bersih dan keterbatasan pasokan di kepulauan wisata tersebut.
Tahapan pembangunan dan rencana operasi
Peletakan batu pertama pembangunan SWRO Jungutbatu dilaksanakan pada akhir Mei, dalam sebuah acara yang menandai dimulainya kerja sama antara Perumda Air Minum Panca Mahottama dan PT Tiara Cipta Nirwana. Menurut Nyoman Renin Suyasa, progres fisik SWRO Jungutbatu pada awal Maret 2024 telah mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2024. Dalam pemantauan berikutnya, pejabat bupati Klungkung menyebut pekerjaan fisik ditargetkan selesai dan siap melayani pelanggan sekitar September 2024.
Pemerintah kabupaten melalui dinas penanaman modal dan perizinan terpadu menggelar konsultasi publik analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) untuk kegiatan SWRO PT Tiara Cipta Nirwana di Nusa Lembongan dan Jungutbatu. Dalam forum tersebut, perusahaan menjelaskan kegiatan SWRO bertujuan mengolah air laut menjadi air bersih dengan tetap mematuhi standar teknis dan pengelolaan lingkungan, termasuk pengelolaan limbah hasil produksi sebelum dikembalikan ke laut.
Penerima manfaat dan tarif layanan
Perumda Air Minum Panca Mahottama mencatat telah ada 312 calon pelanggan yang mendaftar untuk mendapatkan layanan air bersih dari SWRO Jungutbatu. Dengan kapasitas produksi harian yang direncanakan, instalasi ini diperkirakan dapat melayani hingga 450 sambungan langganan rumah tangga di Nusa Lembongan dan Jungutbatu.
Layanan SWRO Jungutbatu diprioritaskan untuk rumah tangga, dengan tarif sekitar Rp38.000 per meter kubik. Menurut Perumda, sistem SWRO di kepulauan Klungkung telah menjadi salah satu layanan air minum paling berhasil di Bali, karena mampu menyediakan air bersih yang memenuhi standar bagi wilayah yang tidak memiliki cukup sumber air permukaan.
Sumber
- Bali Tribune – Klungkung Kabupaten Paling Sukses Terapkan Sistem SWRO
- NusaBali – Maksimalkan Layanan Air, Pemkab Klungkung Bangun SWRO
- detikBali – Pemkab Klungkung Bakal Sulap Air Laut Jadi Air Siap Minum di Nusa Penida
- CNN Indonesia – Krisis Air di Nusa Penida, Pemprov Bali Ingin Olah Air Laut Jadi Tawar
- DPMPTSP Kabupaten Klungkung – Konsultasi Publik AMDAL Kegiatan SWRO PT. Tiara Cipta Nirwana
- Universitas Pertamina – Studi Instalasi Pengolahan Air Minum di PDAM Tirta Mahottama Kabupaten Klungkung
- Bali JPNN – Klungkung Pakai Teknologi SWRO Olah Air Laut di Nusa Penida, Penuhi Kebutuhan Turis
Berita berikutnya

144 Pelari Ikuti Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 di Desa Sudaji
Sebanyak 144 pelari mengikuti Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, Minggu, 20 September 2026. Ajang lari lintas…
Baca juga



