Pelajar Klungkung Belajar Sketsa Wayang Kamasan di Workshop Seni 2026
Puluhan pelajar dari tiga sekolah di Klungkung mengikuti Workshop dan Pementasan Seni 2026 di Pelantaran Pemedal Agung.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Klungkung — Puluhan pelajar dari tiga sekolah di Kabupaten Klungkung mengikuti pelatihan melukis Wayang Kamasan dalam rangkaian Workshop dan Pementasan Seni 2026 di Pelantaran Pemedal Agung Klungkung pada Senin, 31 Agustus 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Klungkung itu diikuti siswa dari SMP Negeri 1 Semarapura, SMA Negeri 1 Semarapura, dan SMK Negeri 1 Klungkung.
Menurut laporan detikBali berjudul Antusiasnya Siswa di Klungkung Belajar Lukis Wayang Kamasan, para siswa belajar teknik seni lukis tradisional klasik asal Desa Kamasan, Klungkung, melalui sesi sketsa Wayang Kamasan.
Wayang Kamasan sebagai media pendidikan budaya
Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra membuka secara resmi Workshop dan Pementasan Seni 2026.
Dalam siaran resmi pemerintah kabupaten, Satria menyatakan workshop menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam mendorong siswa dan seniman lokal agar lebih profesional serta mampu melahirkan karya komersial yang berdaya saing tanpa kehilangan akar budaya.
Satria juga mengajak peserta memanfaatkan kesempatan belajar dalam workshop untuk menggali potensi, mengembangkan kreativitas, dan menjaga seni tradisi agar tetap lestari.
DetikBali mencatat, melalui pelatihan lukis ini siswa tidak hanya melihat karya Wayang Kamasan, tetapi ikut menggambar sketsa dengan bimbingan narasumber sehingga mengenal karakter dan teknik dasar seni lukis klasik tersebut.
Tribun-Bali menggambarkan siswa antusias menggoreskan pensil di atas kertas gambar berukuran A3 saat mengikuti sesi sketsa Wayang Kamasan Klasik di halaman Pemedal Agung.
Rangkaian kegiatan
Dinas Kebudayaan Klungkung menyusun Workshop dan Pementasan Seni 2026 dengan fokus pada tiga materi utama: sketsa Wayang Kamasan, seni tari ekspresi, dan seni musik ritme.
Kegiatan berlangsung di Pelantaran Pemedal Agung, Kota Semarapura, dengan pelajar dari tiga sekolah sebagai peserta utama.
- Program: Workshop dan Pementasan Seni 2026.
- Waktu: Senin, 31 Agustus 2026.
- Lokasi: Pelantaran Pemedal Agung Klungkung.
- Peserta: Pelajar SMPN 1 Semarapura, SMAN 1 Semarapura, dan SMK Negeri 1 Klungkung.
- Bidang: Sketsa Wayang Kamasan, tari ekspresi, dan musik ritme.
Regenerasi di tengah modernisasi
Menurut pemberitaan detikBali dan Tribun-Bali, workshop ini digelar sebagai bagian dari upaya pelestarian dan regenerasi pelukis Wayang Kamasan di Klungkung.
Melalui keterlibatan pelajar, Dinas Kebudayaan berupaya mengenalkan kembali seni lukis Wayang Kamasan yang memiliki karakter visual khas kepada generasi muda agar tidak terputus di tengah perubahan sosial dan teknologi.
Pemerintah kabupaten, lewat pernyataan Bupati Satria, menegaskan komitmen memfasilitasi dan mengembangkan ekosistem kreatif bagi anak muda di Klungkung agar karya yang lahir mampu bersaing lebih luas dengan tetap berakar pada nilai budaya lokal.
Dalam konteks yang lebih luas, sejumlah laporan media lokal menyebut Klungkung menghadapi tantangan regenerasi pelukis Wayang Kamasan karena minat generasi muda menurun dan persaingan dengan aktivitas lain.
Program pendidikan seni di sekolah, kelas lukis di sanggar, dan workshop seperti kegiatan di Pelantaran Pemedal Agung menjadi salah satu strategi untuk menjaga keberlanjutan tradisi lukis Wayang Kamasan.
Konteks Wayang Kamasan
Wayang Kamasan dikenal sebagai seni lukis tradisional klasik yang berkembang di Desa Kamasan, Kabupaten Klungkung, dan menjadi salah satu ikon budaya daerah.
Dalam workshop pada 31 Agustus 2026, materi sketsa Wayang Kamasan diperkenalkan kepada pelajar sebagai bagian dari agenda pelestarian warisan budaya takbenda berbasis pendidikan.
Berbagai kajian dan laporan mengenai Desa Kamasan mencatat adanya program edukasi melukis gaya Kamasan bagi anak-anak dan pengunjung, yang menekankan pewarisan pengetahuan teknik, filosofi, dan nilai moral yang terkandung dalam visual wayang.
Sumber
- detikBali - Antusiasnya Siswa di Klungkung Belajar Lukis Wayang Kamasan
- Tribun-Bali - Dukung Pelestarian Wayang Kamasan, Disbud Ajak Puluhan Siswa Ikuti Workshop Kesenian di Klungkung
- Pemerintah Kabupaten Klungkung - Bupati dan Wakil Bupati Klungkung membuka workshop dan pementasan seni 2026
- RRI Denpasar - Bupati Klungkung Buka Workshop dan Pementasan Seni 2026
- NusaBali - Wayang Kamasan Menjauhi Era Keemasan
- GeoKepo - Desa Wisata Kamasan - Klungkung
- Denpost - "Berburu" Bibit Penerus Pelukis Wayang Kamasan, Lomba Juga Minim Peserta
Berita berikutnya

PSN Bali Telusuri Jejak Aksara Nusantara hingga Aksara Bali
Seminar Eksplorasi Paleografi Nusantara yang digelar PSN Bali di Denpasar membahas hubungan Devanagari, Pranagari, dan aksara daerah, sekaligus menega…
Baca juga



