Bali Aktual

Minggu, 20 September 2026

Pariwisata dan Konstruksi Bali Melambat pada Triwulan I 2026

Survei Kegiatan Dunia Usaha Bank Indonesia Provinsi Bali menunjukkan kinerja usaha terkait pariwisata dan konstruksi melemah pada triwulan I 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Denpasar — Kegiatan dunia usaha di Bali pada triwulan I 2026 masih berada di zona positif, tetapi melambat, terutama pada lapangan usaha yang terkait pariwisata dan konstruksi. Menurut Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia Provinsi Bali, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha turun menjadi 17,91 persen dari 35,46 persen pada triwulan IV 2025.

Lapangan usaha penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman (pariwisata) mencatat kontraksi lebih dalam. SBT sektor ini merosot dari minus 0,67 persen pada triwulan IV 2025 menjadi minus 8,32 persen pada triwulan I 2026.

Sektor konstruksi juga berbalik arah. SBT konstruksi turun dari 8,88 persen pada triwulan IV 2025 menjadi minus 1,78 persen pada triwulan I 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja menjelaskan, perlambatan dunia usaha pada awal 2026 dipengaruhi kombinasi faktor musiman dan ketidakpastian geopolitik global yang berdampak pada pariwisata.

Kunjungan wisatawan turun pada periode low season

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menunjukkan penurunan aktivitas pariwisata pada triwulan I 2026 sejalan dengan berakhirnya momentum libur Natal dan Tahun Baru serta masuknya periode low season. BPS mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sebanyak 1,47 juta kunjungan pada triwulan I 2026, turun sekitar 11 persen dibandingkan triwulan IV 2025 yang mencapai 1,65 juta kunjungan.

Perjalanan wisatawan nusantara ke Bali juga menurun sekitar 4 persen secara kuartalan pada periode yang sama.

Penurunan arus wisatawan berimbas pada tingkat penghunian kamar hotel berbintang. BPS mencatat tingkat penghunian kamar turun dari 61,17 persen pada triwulan IV 2025 menjadi 54,87 persen pada triwulan I 2026.

BPS menilai kontraksi sektor akomodasi dan makanan minuman pada triwulan I 2026 dipengaruhi penurunan kunjungan wisatawan setelah periode libur akhir tahun dan masuknya low season pariwisata.

Dampak terhadap dunia usaha dan jasa keuangan

Menurut SKDU BI Bali, perlambatan kinerja sektor pariwisata dan konstruksi menekan optimisme pelaku usaha. SBT agregat dunia usaha yang turun dari 35,46 persen menjadi 17,91 persen mencerminkan melemahnya persepsi pelaku usaha terhadap kinerja dan prospek usaha dibanding triwulan sebelumnya.

Namun tekanan tidak terjadi merata di seluruh sektor. Lapangan usaha jasa keuangan mencatat peningkatan SBT sebesar 2,95 persen secara kuartalan, dari 0,27 persen pada triwulan IV 2025 menjadi 3,22 persen pada triwulan I 2026.

BI menjelaskan, survei dunia usaha dilakukan setiap triwulan terhadap 130 pelaku usaha yang tersebar di seluruh Bali dan mewakili 17 kategori lapangan usaha. Metode perhitungan menggunakan saldo bersih tertimbang, yaitu selisih antara persentase responden yang melaporkan peningkatan dan penurunan kinerja dengan memperhitungkan bobot masing-masing lapangan usaha.

Konteks ekonomi Bali awal 2026

Laporan perekonomian daerah dan rilis BPS menunjukkan, meskipun dunia usaha melambat, perekonomian Bali tetap tumbuh pada triwulan I 2026. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 5,58 persen secara tahunan, dengan pariwisata masih menjadi motor utama meski kinerjanya termoderasi.

Kontraksi pada sektor akomodasi dan makanan minuman serta penurunan kunjungan wisatawan mencerminkan tekanan musiman dan dampak ketidakpastian global terhadap pariwisata Bali.

Ringkasan data utama SKDU BI Bali triwulan I 2026:

  • SBT dunia usaha: 17,91 persen, turun dari 35,46 persen pada triwulan IV 2025.
  • Sektor pariwisata (akomodasi dan makanan minuman): SBT minus 8,32 persen, dari minus 0,67 persen sebelumnya.
  • Sektor konstruksi: SBT minus 1,78 persen, dari 8,88 persen sebelumnya.
  • Sektor jasa keuangan: SBT 3,22 persen, naik dari 0,27 persen.
  • Kunjungan wisman ke Bali triwulan I 2026: 1,47 juta, turun sekitar 11 persen dari triwulan IV 2025.
  • Perjalanan wisnus ke Bali: turun sekitar 4 persen secara kuartalan.
  • Tingkat penghunian kamar hotel berbintang: turun dari 61,17 persen menjadi 54,87 persen.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.