Menteri LH Dorong Pasar Olahan Sampah TOSS Center Klungkung
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat meninjau TOSS Center Kusamba, Klungkung. Empat mesin pirolisis ditargetkan mengolah hingga 30 ton sampah per hari, dengan dukungan pembukaan pasar.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Klungkung — Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat meninjau TOSS Center di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali, pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Fasilitas Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) itu menggunakan empat unit mesin pirolisis. Teknologi tersebut ditargetkan mampu mengolah sekitar 26 hingga 30 ton sampah per hari menjadi sejumlah produk bernilai ekonomi, termasuk bahan bakar minyak alternatif seperti solar dan briket atau batubara hijau.
Kapasitas setiap unit mesin pirolisis disebut 750 kilogram. Mesin itu didatangkan Pemerintah Kabupaten Klungkung dengan menggandeng PT Inpac Solution Indo dan PT Bali Bersih Bersinar.
Pasar hasil olahan menjadi bagian penting
Kunjungan Jumhur menyoroti kebutuhan agar hasil pengolahan sampah dapat terserap industri. Pemerintah menyatakan akan membantu membuka pasar supaya produk olahan TOSS Center lebih mudah dilirik berbagai industri dan badan usaha milik negara.
Bagi pembaca di Bali, informasi ini berkaitan dengan arah pengelolaan sampah di daerah, terutama ketika sampah residu diolah menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomi. TOSS Center Kusamba juga disebut menjadi contoh yang dapat diduplikasi ke daerah lain apabila sistem tersebut terbukti sukses secara masif.
Konsep yang digunakan adalah ekonomi sirkular, yakni pengelolaan yang berupaya mengembalikan material dari sampah agar dapat dimanfaatkan kembali. Di TOSS Center, hasil yang ditinjau mencakup bahan bakar minyak alternatif dan briket atau batubara hijau yang dibuat dari material organik yang dipres.
Untuk hari ini, belum ada perubahan tarif, jadwal layanan, jalur lalu lintas, atau tenggat yang diumumkan bagi warga. Perubahan yang disampaikan adalah rencana pemerintah membantu membuka pasar hasil olahan sampah serta kemungkinan duplikasi sistem ke daerah lain jika dinilai berhasil.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Budaya
Tradisi Ngaro Warga Madura Pindahkan Persembahan ke Pantai Siut
Warga Arya Madura Banjarangkan memindahkan puncak persembahan Tradisi Ngaro ke Pantai Siut, Gianyar, pada 27 September 2026 karena abrasi di Pantai Te…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga





