Bali Aktual

Sabtu, 3 Oktober 2026

BPBD Gianyar Waspadai Kebakaran Lahan Saat Kemarau

BPBD Gianyar meminta warga mencegah pembakaran sampah dan membuka lahan dengan api saat kemarau. Petani diminta menyesuaikan pengairan dengan debit air.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tanah sawah yang retak-retak kering dengan sisa-sisa jerami padi.
Ilustrasi: Tanah sawah yang retak-retak kering dengan sisa-sisa jerami padi. · Foto: kevin yung / Pexels

Gianyar — BPBD Kabupaten Gianyar meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran lahan pada puncak musim kemarau, Jumat (2/10/2026). Imbauan ini disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Gianyar I.B. Putu Suamba setelah prakiraan cuaca menunjukkan angin dapat mencapai 4–30 kilometer per jam.

Cuaca panas dan kering meningkatkan kemungkinan lahan serta permukiman terbakar, terutama ketika angin cukup kencang. BPBD meminta warga tidak membakar sampah, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan tidak membuka lahan pertanian dengan cara membakar tanaman gulma.

Untuk warga di wilayah pertanian, pengelolaan air juga perlu disesuaikan dengan kondisi setempat. Petani dan krama subak, yaitu warga yang menjalankan kegiatan dalam sistem irigasi subak, diminta menyesuaikan pola tanam dan jadwal pengairan dengan ketersediaan debit air. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi dampak kekeringan yang dapat mengganggu pertanian.

Mengapa Imbauan Ini Penting bagi Warga Gianyar

Risiko kebakaran tidak hanya berkaitan dengan lahan kosong. Api dari pembakaran sampah atau pembersihan lahan dapat menyebar lebih cepat ketika vegetasi mengering dan angin bertiup. Karena itu, aktivitas yang menghasilkan api menjadi hal yang perlu dihindari selama kondisi kemarau masih berlangsung.

Pengaturan air juga berpengaruh langsung terhadap kegiatan subak. Penyesuaian jadwal pengairan dan pola tanam membantu petani menggunakan debit yang tersedia secara lebih terukur. Warga yang tinggal dekat lahan pertanian perlu memperhatikan larangan pembakaran dan segera melaporkan bila melihat tanda kebakaran.

Prakiraan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar untuk periode 28 September–4 Oktober 2026 menyebut suhu udara di Bali, termasuk Gianyar, diprediksi berkisar 19–33 derajat Celsius. Kecepatan angin diperkirakan mencapai 4–30 kilometer per jam.

Jika terjadi kondisi darurat, bencana alam, atau kebakaran, warga dapat menghubungi Command Center Kabupaten Gianyar melalui 112 yang bebas pulsa.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.