BMKG Ingatkan Empat Wilayah Bali Rawan Banjir
BMKG memperkirakan musim hujan Bali mulai akhir November hingga Desember 2026. Buleleng bagian selatan, Jembrana, Karangasem bagian selatan, dan Denpasar perlu mewaspadai potensi banjir.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Denpasar — BMKG menyebut musim hujan Bali diperkirakan mulai akhir November hingga Desember 2026 dan meminta perhatian pada empat wilayah yang berpotensi banjir, Rabu (30/9/2026).
Stasiun Klimatologi Kelas II Bali menyebut sebagian wilayah tengah Bali diperkirakan lebih dulu memasuki musim hujan pada akhir November. Sebagian besar wilayah lain diprediksi menyusul pada Desember 2026. Prakiraan itu mencakup 20 zona musim di Bali.
Wilayah yang disebut perlu mendapat perhatian karena potensi banjir ialah Buleleng bagian selatan, Jembrana, Karangasem bagian selatan, dan Denpasar. BMKG menegaskan prakiraan tersebut tidak otomatis berarti banjir akan terjadi, tetapi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, terutama di daerah yang memiliki riwayat banjir.
Empat wilayah perlu menyiapkan kewaspadaan
Bagi pembaca di Bali, informasi ini penting untuk memantau kondisi lingkungan sekitar sebelum hujan mulai lebih sering turun. Buleleng bagian selatan mencakup sejumlah kawasan di Kabupaten Buleleng, sedangkan Jembrana dan Karangasem bagian selatan berada di kabupaten masing-masing. Denpasar merupakan wilayah kota yang juga masuk dalam perhatian BMKG.
Selain banjir, BMKG mengingatkan potensi tanah longsor di wilayah yang didominasi perbukitan, terutama Karangasem, Bangli, dan Buleleng. Pemerintah daerah, lembaga terkait, dan masyarakat diminta waspada serta mengantisipasi dampak musim hujan 2026–2027.
BMKG memprakirakan sifat musim hujan Bali 2026–2027 sebagian besar normal. Kondisi atas normal diperkirakan berada di Buleleng bagian utara dan Karangasem bagian timur. Karena itu, wilayah yang mempunyai riwayat banjir atau berada di kawasan perbukitan perlu memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi setempat.
Untuk pembaca hari ini, perubahan yang perlu dicatat adalah waktu kewaspadaan: hujan diperkirakan mulai memasuki sebagian wilayah Bali pada akhir November, lalu meluas ke sebagian besar wilayah pada Desember 2026. Tidak ada perubahan tarif, jadwal perjalanan, atau penutupan jalur yang disebut dalam laporan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Pemprov Bali Soroti Dugaan Penyalahgunaan Izin Real Estat untuk Vila
Pemprov Bali menyoroti dugaan izin pembangunan real estat yang dipakai untuk vila sewaan harian. Hingga triwulan II 2026, investasi Bali mencapai seki…
Terbaru di Lingkungan

Baca juga





