Pemilih Bangli Turun Menjadi 199.572 pada Triwulan III
KPU Kabupaten Bangli mencatat 199.572 pemilih pada Triwulan III 2026, turun 801 orang dari triwulan sebelumnya. Perubahan dipengaruhi pembaruan data kependudukan.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 1 menit baca
Bangli — KPU Kabupaten Bangli mencatat jumlah pemilih pada Triwulan III 2026 turun menjadi 199.572 pemilih, berdasarkan rapat pleno terbuka rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di Kabupaten Bangli pada Selasa, 29 September 2026.
Jumlah itu berkurang 801 pemilih dibandingkan Triwulan II yang tercatat 200.373 pemilih. Perubahan tersebut disampaikan dalam rapat pleno terbuka yang membahas pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.
Menurut data yang disampaikan Anom Januwintari, perubahan jumlah pemilih dipengaruhi oleh beberapa pembaruan. KPU Kabupaten Bangli mencatat penambahan pemilih baru sebanyak 1.857 pemilih, pemilih Tidak Memenuhi Syarat sebanyak 2.658 pemilih, serta perbaikan elemen data pemilih sebanyak 4.399.
Perubahan data pemilih perlu diperhatikan warga Bangli
Angka Triwulan III menjadi gambaran terbaru jumlah pemilih yang tercatat dalam pemutakhiran data berkelanjutan di Kabupaten Bangli. Bagi warga di Bangli, data ini berkaitan dengan pencatatan hak pilih dan pembaruan informasi kependudukan yang menjadi sumber data pemilih.
KPU Kabupaten Bangli menegaskan bahwa perubahan data pemilih bersifat dinamis. Data tersebut bersumber dari data kependudukan, sehingga jumlahnya dapat berubah ketika ada pemilih baru, pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat, atau perbaikan elemen data.
Pada hari pelaporan, angka yang tercatat untuk Triwulan III adalah 199.572 pemilih di Kabupaten Bangli. Perbandingan dengan Triwulan II menunjukkan penurunan dari 200.373 pemilih atau berkurang 801 pemilih.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Data Bali

OTC Bali Catat Sekitar 3.000 Peserta Didik per Tahun
OTC Bali mencatat sekitar 3.000 peserta didik per tahun di seluruh cabang. Angka ini menggambarkan jaringan OTC Bali, bukan total peminat pendidikan p…
Berita utama hari ini

Baca juga


