BTN Perluas Layanan Pariwisata dan Desa Wisata di Bali
BTN meneken tiga nota kesepahaman di Sanur untuk mengembangkan pembayaran digital, layanan perbankan, dan pembiayaan pada pariwisata, Pasar Banyuasri, serta Desa Wisata Penglipuran.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Denpasar — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menandatangani tiga nota kesepahaman di Sanur, Jumat, 9 Oktober 2026, untuk memperluas layanan perbankan pada ekosistem pariwisata, pasar rakyat, dan desa wisata di Bali.
Kerja sama pertama melibatkan BTN, PT Mitra Kasih Perkasa (MKP), dan Bali Tourism Board (BTB) untuk mengembangkan layanan pada ekosistem pariwisata. Rencananya mencakup sistem pembayaran, integrasi layanan perbankan, serta digitalisasi pembayaran Pungutan Wisatawan Asing (PWA).
Kerja sama kedua mempertemukan BTN, MKP, dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Argha Nayottama Kabupaten Buleleng. Program ini dimulai dari Pasar Banyuasri di Kabupaten Buleleng dan mencakup pembayaran digital bagi pedagang, pengelolaan transaksi parkir dan retribusi, serta perluasan akses layanan perbankan bagi pelaku pasar dan pengunjung.
Kerja sama ketiga dijalin BTN dengan Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli. Fokusnya adalah layanan perbankan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penguatan pengelolaan destinasi wisata berkelanjutan. Penglipuran memiliki potensi sekitar 100 UMKM dan 50 guest house sebagai sasaran transaksi digital dan akses pembiayaan.
Transaksi digital menyentuh pasar dan desa wisata
Bagi pembaca di Bali, perubahan yang perlu dicatat adalah arah layanan yang mulai menyatukan pembayaran wisata, transaksi pasar, dan kegiatan usaha di desa wisata. Di Pasar Banyuasri, pedagang dan pengunjung akan menjadi sasaran pengembangan pembayaran digital, sementara transaksi parkir dan retribusi juga masuk dalam cakupan kerja sama.
Di Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, layanan tersebut diarahkan untuk mendukung UMKM serta pengelolaan kawasan wisata. Di sisi pariwisata, BTN dan mitranya menjajaki sistem pembayaran serta integrasi layanan perbankan bersama BTB. Tiga kerja sama itu ditujukan untuk meningkatkan transaksi digital, penghimpunan dana, dan pembiayaan bagi masyarakat serta pelaku usaha Bali.
Program ini belum menyebut perubahan tarif atau jadwal layanan pada hari yang sama. Yang berubah adalah arah pengembangan layanan: transaksi digital, akses perbankan, dan pembiayaan mulai disiapkan untuk tiga ekosistem tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Retribusi Pariwisata Bangli Capai Rp26,7 Miliar hingga September
Realisasi retribusi pariwisata Bangli mencapai Rp26,7 miliar hingga 30 September 2026. Penglipuran dan Kintamani menjadi penyumbang terbesar, sementar…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga





