Bali Aktual

Jumat, 2 Oktober 2026

BPBD Bali Catat 30 Kejadian Bencana Selama Kemarau

BPBD Bali mencatat 30 kejadian bencana selama 21–27 September 2026, termasuk 15 kebakaran hutan dan lahan. Sebanyak 146.000 liter air bersih juga didistribusikan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Permukaan tanah kering yang retak-retak dari sudut pandang atas.
Ilustrasi: Permukaan tanah kering yang retak-retak dari sudut pandang atas. · Foto: Davide Negro / Pexels

Buleleng — BPBD Provinsi Bali mencatat 30 kejadian bencana dan kondisi kedaruratan akibat kemarau berkepanjangan selama 21–27 September 2026. Data itu dihimpun hingga 27 September 2026 pukul 08.00 WITA.

Mengapa ini penting: Kemarau berdampak pada 30 kejadian bencana dan mendorong distribusi 146.000 liter air bersih di Bali selama 21–27 September 2026.

Menurut laporan situasi BPBD Bali yang dikutip Bali Post, kejadian tersebut terdiri atas 15 kebakaran hutan dan lahan, sembilan kebakaran gedung dan permukiman, lima cuaca ekstrem, serta satu pohon tumbang. Kebakaran hutan dan lahan menjadi jenis kejadian yang paling banyak tercatat.

Buleleng mencatat laporan terbanyak, yakni 13 kejadian. Karangasem berada di urutan berikutnya dengan delapan kejadian. BPBD Bali menyatakan kondisi secara umum masih terkendali dan tidak berdampak secara masif.

Distribusi air bersih

Selain mencatat kejadian bencana, BPBD Bali menyalurkan 146.000 liter air bersih selama periode tersebut. Informasi mengenai penyaluran air itu dimuat Bali Post pada 28 September 2026 dalam rangkuman berita daerah.

Perkembangan pada 30 September 2026 menunjukkan kemarau masih berlangsung di Bali. BPBD Bali juga memuat peringatan cuaca dan iklim dasarian yang menyebut wilayah Bali pada dasarian kedua September masih mengalami periode musim kemarau.

Data BPBD Bali yang dikutip Bali Post tidak merinci adanya perubahan status kedaruratan setelah laporan 21–27 September 2026. Laporan tersebut menempatkan kebakaran hutan dan lahan serta kebakaran gedung dan permukiman sebagai dampak utama kemarau pada periode itu.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.