Bali Aktual

Jumat, 2 Oktober 2026

Bagaimana Membaca Curah Hujan Bali dan Risiko Hujan Lebat?

Data BMKG menunjukkan curah hujan Bali pada 2025 sangat berbeda antarwilayah dan waktu. Memahami akumulasi bulanan serta hujan maksimum harian membantu membaca risiko banjir dan bencana secara lebih tepat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Dedaunan hijau basah tersiram hujan lebat dengan latar belakang kabur.
Ilustrasi: Dedaunan hijau basah tersiram hujan lebat dengan latar belakang kabur. · Foto: Bibhukalyan Acharya / Pexels

Curah hujan Bali tidak sama di setiap wilayah dan bulan, sehingga satu angka provinsi tidak cukup untuk membaca risiko hujan lebat. Data BMKG menunjukkan hujan harian ekstrem pada 2025 mencapai 385,5 milimeter di Kabupaten Badung pada 10 September, sementara sebaran hujan bulanan berubah menurut zona musim.

Seberapa besar perbedaan curah hujan di Bali?

Buletin Iklim Bali BMKG mencatat curah hujan November 2025 berada pada rentang 87,0–671,4 milimeter per bulan. Nilai tertinggi, 671,4 milimeter, terjadi dengan 25 hari hujan di wilayah tengah dan selatan Kabupaten Buleleng, menurut BMKG, 2025.

Pada September 2025, curah hujan tertinggi mencapai 806,5 milimeter dengan 16 hari hujan di bagian selatan Kabupaten Karangasem, menurut Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III, 2025.

Kapan hujan harian paling deras tercatat?

Buletin tahunan Stasiun Klimatologi Bali mencatat hujan lebih dari 50 milimeter per hari terjadi pada beberapa tanggal sepanjang 2025. Catatan tertinggi dalam daftar itu adalah 385,5 milimeter pada 10 September 2025.

Buletin bulanan BMKG Wilayah III merinci hujan maksimum satu hari pada September 2025 sebesar 390,0 milimeter di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Perbedaan angka ini mengikuti cakupan stasiun dan pengolahan pada masing-masing buletin.

Apakah hujan lebat hanya terjadi saat puncak musim hujan?

Tidak. Buletin tahunan Stasiun Klimatologi Bali mencatat hujan lebih dari 50 milimeter per hari pada 26 Januari, 11 April, 10 Mei, 15 Juni, 7 Juli, 10 September, dan 16 Desember 2025.

Angka tersebut menunjukkan hujan lebat juga tercatat pada April, Mei, Juni, Juli, dan Desember. Waktu serta intensitasnya tetap perlu dibaca bersama data zona musim dan lokasi pengamatan.

Apa arti data ini untuk membaca risiko di Bali?

Curah hujan bulanan menunjukkan akumulasi selama sebulan, sedangkan curah hujan maksimum harian menunjukkan hujan tertinggi dalam satu hari di lokasi tertentu. Keduanya tidak dapat dipertukarkan untuk menilai kondisi wilayah lain.

BPBD Provinsi Bali melaporkan hingga 13 September 2025 pukul 12.00 WITA terdapat 356 titik kejadian bencana, dengan 205 titik di antaranya berupa banjir. Data itu adalah catatan kejadian bencana, bukan ukuran langsung besarnya curah hujan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.