Koster Minta Dukungan APBN untuk Infrastruktur Bali
Gubernur Bali Wayan Koster meminta dukungan pusat untuk air bersih, desa adat, subak, dan konektivitas. Ia menyebut kebutuhan investasi sekitar Rp20 triliun serta empat pelabuhan.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster meminta dukungan pemerintah pusat pada Jumat (2/10) untuk membiayai jaringan distribusi air bersih, penguatan desa adat dan subak, serta infrastruktur yang membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Permintaan itu disampaikan saat Koster menerima kunjungan kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar. Ia menyebut dukungan investasi sekitar Rp20 triliun yang dapat diarahkan secara bertahap untuk pembangunan infrastruktur darat, laut dan udara.
Untuk air bersih, Koster mengatakan pembangunan jaringan distribusi membutuhkan anggaran triliunan sehingga perlu dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Usulan tersebut berkaitan dengan kebutuhan pelayanan dasar sekaligus dukungan bagi kegiatan ekonomi di Bali.
Empat pelabuhan masuk kebutuhan infrastruktur Bali
Koster juga menyampaikan kebutuhan pengembangan empat pelabuhan, yakni Celukan Bawang, Sangsit, Amed dan Gunaksa. Pengembangan infrastruktur pelabuhan dan angkutan logistik disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Dalam pertemuan yang sama, Pemprov Bali menyampaikan kebutuhan penguatan desa adat dan subak. Desa adat merupakan kesatuan masyarakat hukum adat di Bali, sedangkan subak adalah sistem pengelolaan irigasi tradisional yang dikelola secara bersama oleh krama atau warga.
Bagi pembaca di Denpasar dan kabupaten/kota lain di Bali, usulan ini berkaitan dengan air bersih, konektivitas antarkawasan, distribusi logistik, serta dukungan terhadap desa adat dan subak. Lokasi pelabuhan yang disebut berada di sejumlah kawasan Bali, termasuk Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng, Sangsit di Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Amed di Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, dan Gunaksa di Kabupaten Klungkung.
Pada hari laporan ini, yang tersedia adalah penyampaian kebutuhan dan permintaan dukungan. Belum ada jadwal pelaksanaan atau keputusan pendanaan APBN yang disebut dalam laporan tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Budaya
Landak Jawa yang Dirawat Warga Prancis Diserahkan ke BKSDA Bali
BKSDA Bali menerima seekor landak Jawa dari warga negara Prancis di Amed, Karangasem, pada 30 September 2026 setelah satwa itu dirawat sekitar 1 bulan…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga





