Luapan Irigasi Subak Pala di Jalan Jepun Ganggu Usaha Warga
Air irigasi Subak Pala meluap ke Jalan Jepun, Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Tabanan, sekitar lima hari hingga 15 September 2026. Genangan mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas pelaku usaha di sekitar jalan.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 4 menit baca
Tabanan — Air saluran irigasi Subak Pala meluap ke Jalan Jepun, Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Tabanan, sejak sekitar lima hari sebelum Selasa, 15 September 2026. Genangan terjadi di depan Rumah Sakit Kasih Ibu Tabanan dan menjalar ke arah selatan hingga ke bahu Jalan Bypass Ir Soekarno, menurut laporan detikBali.
Air irigasi yang meluap menggenangi badan dan bahu jalan sehingga mengganggu pergerakan pengguna jalan dan arus lalu lintas di lokasi tersebut. Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tabanan terlihat membuka bagian saluran yang tersumbat untuk mengembalikan kelancaran aliran air.
Menurut detikBali, genangan tak hanya memengaruhi lalu lintas, tetapi juga aktivitas sejumlah pelaku usaha di sepanjang Jalan Jepun. Air dilaporkan surut pada subuh sekitar pukul 05.00 hingga 09.00 WITA, kemudian kembali naik sekitar pukul 10.00 WITA.
Sampah dan lumpur mengganggu aktivitas usaha
Kadek Rupana, pemilik Maharupa Studio Foto dan Wedding, mengatakan kepada detikBali bahwa air mulai muncul sekitar lima hari sebelum 15 September 2026 dan tiba-tiba membesar hingga meluber ke jalan. Ia menuturkan, genangan menimbulkan bau tidak sedap dan membuat sebagian pelanggan ragu datang sehingga harus diberi penjelasan mengenai kondisi di sekitar tempat usahanya.
Rupana menduga tumpukan sampah rumah tangga, seperti plastik dan popok sekali pakai, menghambat aliran air di saluran irigasi. Ia juga mengaitkan luapan dengan saluran yang dipenuhi lumpur sehingga kedalaman berkurang, dan mengusulkan pemasangan jaring atau sekat pada titik tertentu untuk menahan sampah sebelum masuk ke saluran.
Pelaku usaha kuliner bernama Willy turut menyampaikan kepada detikBali bahwa luapan air memberi kesan lingkungan kotor bagi pembeli meskipun belum berdampak besar pada penjualan. Ia menceritakan kejadian serupa pernah terjadi pada Agustus 2026 dengan kondisi lebih parah, ketika sampah terbawa air hingga masuk ke area parkir tokonya.
Saat air kembali meluap pada pertengahan September, produksi di lokasi usahanya di Jalan Jepun dikurangi dan sebagian kebutuhan dialihkan ke gerai lain yang ia miliki. Aktivitas penjualan tetap berjalan, baik melalui penjualan langsung maupun layanan daring.
Pemerintah desa dorong normalisasi saluran
Kepala Desa Dauh Peken, I Komang Sana Yasa, mengatakan kepada detikBali bahwa genangan telah terjadi sekitar lima hari, sedangkan air meluber hingga ke badan jalan dalam dua hari terakhir menjelang 15 September 2026. Ia menyebut debit air yang tinggi dan tumpukan sampah sebagai persoalan utama yang membuat aliran tersumbat.
Menurut Sana Yasa, saluran irigasi Subak Pala di kawasan tersebut beberapa kali tersumbat, bahkan sebelum musim hujan, sehingga pemerintah desa berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk pembersihan. Ia menjelaskan, edukasi larangan membuang sampah ke sungai dan saluran irigasi disampaikan melalui desa adat dan lintas banjar, tetapi pengawasan dinilai perlu melibatkan prajuru adat, pemerintah, serta tokoh masyarakat.
Normalisasi saluran irigasi Subak Pala telah masuk dalam rencana pekerjaan Dinas PUPR Tabanan pada 2026, menurut penjelasan Sana Yasa dalam laporan yang sama. Pembongkaran saluran di depan RS Kasih Ibu kembali dilakukan pada Sabtu, 19 September 2026, dengan pendampingan Babinsa Desa Dauh Peken dan kerja sama pemerintah desa dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tabanan, sebagai langkah antisipasi banjir akibat saluran tersumbat sampah.
Data kejadian
- Lokasi: Jalan Jepun, Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Tabanan.
- Saluran terdampak: irigasi Subak Pala.
- Durasi genangan: sekitar lima hari hingga 15 September 2026, dengan luapan ke badan jalan dalam dua hari terakhir.
- Dampak: badan dan bahu jalan tergenang, arus lalu lintas terganggu, aktivitas usaha kuliner dan jasa foto terdampak, serta muncul bau tidak sedap.
Konteks
Luapan irigasi Subak Pala mulai dirasakan sekitar lima hari sebelum 15 September 2026, dengan air meluber ke badan jalan dalam dua hari terakhir. Kejadian serupa di lokasi usaha pelaku kuliner di Jalan Jepun dilaporkan terjadi pada Agustus 2026, ketika sampah terbawa air hingga memasuki area parkir.
Pemerintah Desa Dauh Peken menyebut penyumbatan saluran irigasi di kawasan tersebut telah berulang dan berpotensi memburuk saat musim hujan. Penanganan awal dilakukan dengan membuka sumbatan dan pembongkaran saluran di depan RS Kasih Ibu, sementara normalisasi saluran Subak Pala telah direncanakan Dinas PUPR Tabanan pada 2026 sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko genangan dan banjir.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kabupaten/Kota
DPRD Tabanan Minta LP2B Beri Insentif dan Bebaskan PBB-P2
DPRD Tabanan dalam rapat paripurna internal 18 September 2026 mendorong ranperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan disertai insentif b…
Terbaru di Lingkungan
Berita utama hari ini

Baca juga





