Bali Aktual

Rabu, 21 Oktober 2026

Kunjungan Wisatawan Nusa Penida Turun di Bawah 3.000 per Hari

Kunjungan wisatawan ke Nusa Penida turun di bawah 3.000 orang per hari pada 19 Oktober 2026, dari rata-rata lebih dari 4.000 orang pada awal Oktober. Penurunan terlihat sejak 8 Oktober.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan dari udara memperlihatkan perahu dan dermaga batu di perairan jernih.
Ilustrasi: Pemandangan dari udara memperlihatkan perahu dan dermaga batu di perairan jernih. · Foto: Frederick Adegoke Snr. / Pexels

Semarapura — Pada 19 Oktober 2026, kunjungan wisatawan ke Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, dilaporkan berada di bawah 3.000 orang per hari. Angka itu turun dari rata-rata yang melebihi 4.000 orang per hari pada awal Oktober.

Penurunan mulai terlihat sejak 8 Oktober 2026. Laporan menyebut kondisi tersebut berlangsung ketika Nusa Penida memasuki low season atau musim sepi kunjungan, serta di tengah kendala kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Kunjungan Nusa Penida Turun, Wisatawan Perlu Memantau Layanan Harian

Bagi wisatawan yang hendak menyeberang dari Denpasar atau Kusamba, perubahan jumlah kunjungan tidak otomatis mengubah layanan pada hari yang sama. Penyeberangan speed boat menuju Nusa Penida masih dilaporkan berjalan normal dari Pelabuhan Sanur, Denpasar, dan Pelabuhan Tradisional Kusamba, Kabupaten Klungkung.

Namun, ketersediaan BBM menjadi faktor yang perlu diperhatikan operator. Kebutuhan operasional penyeberangan dari Sanur dan Kusamba disebut mencapai sekitar 4 hingga 5 ton per hari, sementara persediaan yang tersedia umumnya hanya mencukupi kebutuhan harian.

Arus penumpang sempat meningkat sejak 13 Oktober 2026 karena momentum Rahina Buda Cemeng Kelawu yang bertepatan dengan piodalan di Pura Dalem Ped. Kondisi itu diperkirakan berlangsung sampai 18 Oktober 2026. Di sisi lain, laporan kepolisian pada 14 Oktober 2026 menyebut stok BBM di SPBU dan APMS di Kecamatan Nusa Penida masih aman, dengan pengawalan kedatangan truk tangki sekitar 112 ton BBM.

Untuk pembaca hari ini, perubahan utamanya adalah jumlah kunjungan harian yang lebih rendah, bukan pengumuman penutupan jalur. Rencana perjalanan tetap perlu disesuaikan dengan informasi operator speed boat dan kondisi pasokan BBM sebelum berangkat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.