BBM Langka, Pembeli Pasar Umum Negara Turun 50 Persen
Kelangkaan BBM membuat kunjungan pembeli ke Pasar Umum Negara, Jembrana, turun hingga 50 persen pada Senin (19/10/2026). Pasokan dan harga sembako masih normal.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Negara — Pasar Umum Negara di Kabupaten Jembrana sepi pembeli pada Senin (19/10/2026) setelah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) membatasi mobilitas warga dan pedagang.
Pasokan barang di pasar terbesar Kabupaten Jembrana itu masih aman. Pedagang menyebut harga sembako belum naik, sementara jumlah pembeli turun hingga 50 persen dibandingkan kondisi normal.
Ni Ketut Asih, pedagang sembako, mengatakan barang dagangan dan pengiriman dari distributor tetap tersedia. Perubahan utama terjadi pada kunjungan pembeli, yang menyusut hampir separuh sejak persoalan BBM berlangsung.
Penurunan aktivitas juga dirasakan pedagang daging ayam. Harga daging ayam turun dari Rp43.000 menjadi Rp36.000 per kilogram, tetapi harga yang lebih rendah belum mengembalikan jumlah pembeli. Omzet pedagang disebut ikut turun lebih dari 50 persen.
Kelangkaan BBM mengubah aktivitas belanja di Negara
Bagi pembaca di Bali, kondisi ini menunjukkan bahwa gangguan BBM tidak langsung mengurangi pasokan atau menaikkan harga barang di Pasar Umum Negara. Dampak yang terasa hari itu adalah warga menunda perjalanan ke pasar karena khawatir kehabisan bahan bakar, sedangkan sebagian pelanggan pedagang tidak berjualan.
Pasar Umum Negara berada di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Sumber laporan menyebut pengiriman dari sentra produksi menuju pasar tetap berjalan lancar dan harga sembako serta sayuran masih normal. Dengan demikian, pembeli yang datang tetap dapat menemukan barang kebutuhan, namun jumlah kunjungan dan omzet pedagang menurun.
Pedagang berharap situasi BBM segera normal agar kunjungan pembeli kembali seperti semula. Untuk pembaca hari itu, perubahan yang perlu diperhatikan adalah akses menuju pasar dan ketersediaan BBM, bukan kenaikan harga sembako.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Kabupaten/Kota
Antrean BBM Ganggu Mobilitas dan Aktivitas Usaha di Buleleng
Antrean BBM masih terjadi di sejumlah SPBU Buleleng pada 17 Oktober 2026 dan mengganggu mobilitas pekerja pariwisata serta pelaku usaha. Pemerintah me…
Terbaru di Ekonomi

Baca juga





