Harga Cabai dan Janur Turun Setelah Distribusi BBM Gianyar Pulih
Distribusi kebutuhan pokok di Gianyar kembali lancar sejak Minggu 18 Oktober 2026. Harga cabai, sayuran, dan janur turun pada Senin berikutnya.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Gianyar — Harga cabai rawit turun menjadi Rp 45.000 per kilogram dan janur menjadi Rp 28.000 per ikat ukuran sedang pada Senin 19 Oktober 2026, setelah distribusi kebutuhan pokok kembali lancar.
Staf Pemantau Harga Komoditas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar, Ni Ketut Sastrawati, menyebut distribusi mulai normal sejak Minggu 18 Oktober 2026. Perbaikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) membuat harga sejumlah kebutuhan dapur dan sarana upacara keagamaan lebih terkendali.
Cabai rawit turun dari Rp 55.000 menjadi Rp 45.000 per kilogram. Cabai merah keriting turun dari Rp 70.000 menjadi Rp 60.000 per kilogram, sedangkan bawang merah turun dari Rp 25.000 menjadi Rp 23.000 per kilogram. Bawang putih masih bertahan di harga Rp 28.000 per kilogram.
Harga sayuran juga turun. Kol bulat menjadi Rp 12.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 14.000, sementara tomat merah turun menjadi Rp 9.000 per kilogram dari Rp 12.000. Untuk kebutuhan upacara, janur yang sempat mencapai Rp 50.000 per ikat ukuran sedang kini berada di harga Rp 28.000.
Distribusi lancar menahan kenaikan harga di Gianyar
Perubahan ini berlaku di Kabupaten Gianyar. Laporan pendukung dari Bali Post mencatat pada Minggu 18 Oktober 2026 Polsek Sukawati memantau stok BBM di sembilan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, setelah terjadi keterlambatan pasokan dari depo Pertamina.
Bagi pembeli hari itu, harga yang perlu diperhatikan adalah Rp 45.000 per kilogram untuk cabai rawit, Rp 60.000 per kilogram untuk cabai merah keriting, serta Rp 28.000 per ikat ukuran sedang untuk janur. Ketersediaan dan harga dapat berbeda menurut pasar dan penjual.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Pasokan BBM Terbatas, Kunjungan Wisatawan ke Lovina Turun 70–80 Persen
Kunjungan wisatawan ke Lovina, Buleleng, turun 70–80 persen dalam 4 hingga 5 hari terakhir karena pasokan BBM terbatas. Pendapatan pelaku wisata turun…
Terbaru di Ekonomi

Baca juga





