Bali Aktual

Senin, 19 Oktober 2026

Bahlil Bahas Pemulihan BBM Bali di Fuel Terminal Sanggaran

Rapat di Fuel Terminal Sanggaran membahas pemulihan distribusi BBM Bali. Cadangan yang berada pada kisaran 11 sampai 12 hari ditargetkan meningkat menjadi 15 hari.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tangga logam di sisi luar tangki penyimpanan industri putih besar.
Ilustrasi: Tangga logam di sisi luar tangki penyimpanan industri putih besar. · Foto: Jan van der Wolf / Pexels

Denpasar — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menggelar rapat koordinasi dengan jajaran Pertamina dan Pemerintah Provinsi Bali di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Senin 19 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut membahas gangguan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang sebelumnya memicu antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali. Bahlil menyampaikan cadangan BBM Bali berada pada kisaran 11 sampai 12 hari dan akan ditingkatkan menjadi 15 hari.

Rapat di Sanggaran diikuti jajaran direksi Pertamina, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta Pemerintah Provinsi Bali. Pertamina juga diminta memperkuat pasokan dan menjaga kelancaran distribusi agar antrean kendaraan tidak kembali terjadi.

Cadangan BBM Bali Ditargetkan Menjadi 15 Hari

Bagi pembaca di Denpasar, Badung, dan wilayah Bali lainnya, keputusan ini berkaitan langsung dengan ketersediaan BBM di SPBU. Setelah rapat, Bahlil menyatakan seluruh SPBU di Bali dilaporkan sudah berjalan normal. Pemerintah menargetkan ketahanan cadangan diperpanjang hingga 15 hari dalam periode pengisian ulang.

Bali memiliki dua terminal penyimpanan BBM utama, yaitu Sanggaran di Denpasar dan Manggis di Kabupaten Karangasem. Sanggaran disebut memiliki cadangan sekitar empat hingga lima hari, sedangkan cadangan di Manggis berada di atas 11 hari. Untuk mempercepat pemulihan, jumlah kapal pengangkut BBM yang sebelumnya tiga unit ditingkatkan menjadi tujuh unit.

Gangguan distribusi sebelumnya berlangsung sejak 12 Oktober 2026 dan menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU. Pengaturan ganjil-genap untuk pengisian Pertalite diterapkan sampai Senin 19 Oktober 2026, sementara penerapan tersebut membantu mengurai antrean di beberapa lokasi.

Setelah rapat koordinasi, Bahlil dijadwalkan meninjau sejumlah SPBU di Bali. Pembaca dapat memantau kondisi SPBU setempat karena perubahan utama hari itu adalah pemulihan distribusi dan target cadangan BBM Bali menjadi 15 hari.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kabupaten/Kota

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.