Bali Aktual

Senin, 19 Oktober 2026

Penjualan Ritel Bali Turun hingga 10 Persen akibat Gangguan BBM

Aprindo Bali melaporkan penjualan ritel turun hingga 10 persen dan kunjungan pelanggan berkurang sekitar 9–10 persen. Sejumlah pasokan distributor juga tersendat.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sebuah troli belanja berbahan logam berdiri di atas trotoar berubin di area luar ruangan.
Ilustrasi: Sebuah troli belanja berbahan logam berdiri di atas trotoar berubin di area luar ruangan. · Foto: Paul Seling / Pexels

Denpasar — Penjualan ritel di Bali turun hingga 10 persen pada 19 Oktober 2026. Penurunan itu disertai berkurangnya kunjungan pelanggan dan hambatan pasokan sejumlah produk dari distributor.

Ketua Aprindo Bali, Budiman, menyebut kunjungan pelanggan berkurang sekitar 9–10 persen. Dampak gangguan pasokan bahan bakar minyak (BBM) terhadap aktivitas ritel belum dapat dipisahkan secara pasti dari faktor lain.

Hambatan pasokan terjadi pada sejumlah produk dari distributor, termasuk Indomarco dan Unilever. Aprindo Bali berupaya memperkuat koordinasi dengan distributor dan prinsipal untuk mengidentifikasi kendala distribusi serta menjaga ketersediaan barang di gerai.

Penurunan kunjungan dapat memengaruhi belanja harian

Bagi pembaca di Denpasar dan kabupaten lain di Bali, perubahan yang paling terasa hari ini adalah berkurangnya kunjungan ke gerai serta kemungkinan tersendatnya ketersediaan beberapa produk. Gangguan distribusi juga dapat memengaruhi kelancaran barang dari distributor menuju gerai.

Gangguan distribusi BBM di Bali berdampak pada kinerja sektor ritel. Penjualan turun 10% dan trafik pelanggan turun sekitar 9–10%. Aprindo Bali juga menerima informasi hambatan pasokan produk dari Indomarco dan Unilever.

Aprindo Bali menyatakan koordinasi dengan distributor dan prinsipal diperkuat untuk mencari sumber hambatan dan mempercepat pemulihan distribusi. Belum ada tenggat pemulihan atau perubahan jadwal layanan gerai.

Pada 19 Oktober 2026, dampak langsung yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan kunjungan belanja yang lebih rendah dan ketersediaan beberapa barang yang tidak seragam antar-gerai. Tidak ada perubahan tarif atau penutupan gerai.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Bali

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.