Bali Aktual

Rabu, 21 Oktober 2026

MTI Bali Dorong Percepatan Perluasan Angkutan Umum

MTI Bali meminta perluasan angkutan umum setelah gangguan pasokan BBM pada 12–17 Oktober memengaruhi mobilitas warga dan membuat sejumlah perjalanan Trans Metro Dewata tak terlaksana.

Oleh

· 2 menit baca

Denpasar — Masyarakat Transportasi Indonesia Bali mendorong percepatan perluasan layanan angkutan umum pada 20 Oktober 2026 setelah gangguan pasokan bahan bakar minyak mengubah pola mobilitas warga di Bali.

Mengapa ini penting: Gangguan BBM sempat mengurangi perjalanan Trans Metro Dewata, sementara jumlah penumpang meningkat sehingga perluasan angkutan umum berpotensi memengaruhi mobilitas warga Bali.

Menurut Bali Post, dorongan itu muncul setelah krisis BBM yang berlangsung pada 12–17 Oktober 2026 memicu antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum. Angkutan umum dinilai menjadi salah satu alternatif bagi warga untuk tetap beraktivitas ketika pasokan BBM terbatas.

Gangguan pasokan juga berdampak pada operasional Trans Metro Dewata. Bali Post dan NusaBali melaporkan Dinas Perhubungan Bali mencatat 17 perjalanan bus tidak terlaksana pada 12 Oktober di empat koridor, meski jumlah penumpang tetap relatif stabil.

Data operasional yang dikutip Bali Post menunjukkan jumlah penumpang Trans Metro Dewata mencapai 6.501 orang pada 13 Oktober, naik 791 orang atau sekitar 14 persen dibandingkan sehari sebelumnya. Rata-rata penumpang harian pada 11–13 Oktober mencapai 6.025 orang, lebih tinggi daripada rata-rata 5.645 orang pada 1–10 Oktober.

Menurut NusaBali, pengurangan perjalanan terjadi pada koridor Sentral Parkir Kuta–Terminal Pesiapan, GOR Ngurah Rai–Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Terminal Ubung–Sanur, dan Sentral Parkir Kuta–Terminal Ubung. Dinas Perhubungan Bali menyebut kendala itu berkaitan dengan kemacetan di lintasan layanan, bukan pengurangan armada secara keseluruhan.

Pada hari yang sama, Bali Post melaporkan pasokan BBM di Bali mulai berangsur pulih setelah gangguan distribusi akibat keterlambatan kapal pengangkut dari Jawa. Pemerintah menargetkan cadangan BBM di Bali meningkat dari rata-rata 11–12 hari menjadi 15 hari.

Gubernur Bali Wayan Koster juga memperpanjang pengaturan kendaraan berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap saat membeli BBM di SPBU hingga 23 Oktober 2026. Angkutan penumpang umum termasuk kendaraan yang dikecualikan dari aturan tersebut, menurut Dewata News.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.