Badung Pantau Harga 41 Komoditas Pangan Tetap Stabil
Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung menyebut harga serta ketersediaan 41 komoditas masih relatif stabil. Cabai rawit merah rata-rata Rp69.667 per kilogram.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Badung — Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung menyebut harga dan ketersediaan 41 komoditas bahan pokok serta barang strategis di pasar rakyat masih relatif stabil pada Senin, 19 Oktober 2026.
Pemantauan mencakup pasar rakyat di wilayah Kabupaten Badung, termasuk kawasan Kuta, Blahkiuh, Mengwi, Sempidi, Dalung, Kapal, Petang, dan Jimbaran. Untuk cabai rawit merah, harga rata-rata tercatat Rp69.667 per kilogram, dengan harga tertinggi Rp73.000 per kilogram di Pasar Blahkiuh.
Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog tercatat Rp12.000 per kilogram. Beras premium berada pada rata-rata Rp16.383 per kilogram, sedangkan harga tertingginya Rp17.000 per kilogram di Pasar Kuta II dan Pasar Petang.
Harga 41 komoditas masih menjadi patokan belanja warga Badung
Data ini memberi gambaran bagi krama yang berbelanja kebutuhan dapur di pasar rakyat Badung saat distribusi bahan bakar minyak (BBM) mengalami kendala. Harga rata-rata dapat menjadi pembanding sebelum membeli, sementara perbedaan antar-pasar tetap perlu diperhatikan, terutama untuk cabai dan beras premium.
Pantauan Pemerintah Provinsi Bali untuk tujuh komoditas prioritas pada 14 Oktober juga mencatat harga cabai rawit merah di Kabupaten Badung sebesar Rp69.667 per kilogram. Angka tersebut sejalan dengan pemantauan kabupaten untuk komoditas yang sama.
Bagi pembaca hari ini, harga yang perlu dicatat ialah cabai rawit merah Rp69.667 per kilogram, beras SPHP Rp12.000 per kilogram, dan beras premium Rp16.383 per kilogram. Harga tertinggi beras premium yang dilaporkan berada di Pasar Kuta II dan Pasar Petang sebesar Rp17.000 per kilogram.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Dispar Badung Minta Pelaku Wisata Siapkan Transportasi Alternatif
Dinas Pariwisata Badung meminta pelaku usaha mengatur rute, menggabungkan penjemputan, dan menyiapkan transportasi alternatif saat pasokan BBM mengala…
Terbaru di Ekonomi

Baca juga





