Koster Sebut Bali Didorong Dapat Pasokan 1.000 MW dari PLTS
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan Bali diarahkan mendapat pasokan listrik 1.000 MW dari PLTS dan menegaskan pembangunan harus selaras dengan alam, disertai penguatan pengelolaan sampah.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Badung — Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan pembangunan di Bali harus selaras dengan alam saat menghadiri puncak Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Badung, Kamis, 10 September 2026. Ia juga menyebut Bali memperoleh dukungan untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 1.000 megawatt.
Dalam keterangan Pemerintah Provinsi Bali dan laporan sejumlah media lokal, Koster menempatkan energi bersih sebagai bagian dari arah pembangunan Bali. Ia mengaitkannya dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali serta Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.
Koster mengatakan pengembangan PLTS di Bali telah didorong sejak 2019. Ia menyebut pengembangan itu kini mendapat dukungan pemerintah pusat dan menjadi bagian dari program nasional PLTS berkapasitas 100 gigawatt-peak.
PLTS dan arah energi Bali
Menurut pemberitaan lokal yang mengutip sambutan Koster, Bali diharapkan memperoleh pasokan listrik 1.000 megawatt dari pengembangan PLTS. Pada tahap yang lebih luas, proyek nasional PLTS 100 GWp juga disebut melibatkan pengembangan di Bali.
Dalam agenda yang sama, Koster juga menekankan bahwa energi bersih diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan kegiatan ekonomi. Ia menyebut pembangunan tidak boleh berhenti pada pertumbuhan fisik, tetapi harus menjaga ruang hidup makhluk lain.
Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya juga menyampaikan bahwa penguatan PLTS di Bali masuk dalam kebijakan untuk menekan ketergantungan pada energi fosil. Dalam rilis resmi Pemprov Bali, Koster menyebut pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberi dukungan pengembangan PLTS di Bali dengan kapasitas hingga 1.500 MW.
Pengelolaan sampah
Koster juga menyoroti pengelolaan sampah dalam forum ENSIA 2026. Dalam keterangan yang sama, ia menyebut tingkat pemilahan sampah di kawasan Denpasar dan Badung sudah mencapai 80–90 persen dan ikut menurunkan beban Tempat Pembuangan Akhir Suwung.
Sejumlah media lokal mengutip Koster yang meminta pelaku usaha memperkuat tanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan, terutama dari produk makanan berkemasan plastik. Ia menempatkan isu sampah sebagai bagian dari inovasi lingkungan yang harus berjalan bersama efisiensi energi, konservasi air, perlindungan keanekaragaman hayati, dan ekonomi sirkular.
ENSIA 2026 sendiri diselenggarakan PT Sucofindo bersama Kementerian Lingkungan Hidup. Ajang itu mengusung tema Innovation for Sustainable Business and Resilient Community dan diikuti ratusan karya inovasi dari perusahaan peserta.
Dalam agenda di Nusa Dua itu, Koster menegaskan kembali arah kebijakan Bali yang bertumpu pada pembangunan rendah emisi, pengelolaan sampah, dan penguatan inovasi dunia usaha. Ia menyebut tiga bidang itu sebagai bagian dari upaya menjaga Bali tetap tumbuh tanpa mengorbankan alam.
Sumber
Berita berikutnya
Erupsi Anak Krakatau, 108 Penerbangan Domestik Bali Terdampak
Gubernur Wayan Koster memastikan penerbangan internasional dari dan ke Bali tetap normal, meski erupsi Gunung Anak Krakatau membuat 108 penerbangan do…

