Koster: Realisasi Dana Bencana Bali Baru 50 Persen, BTT Dinilai Cukup
Gubernur Bali Wayan Koster memastikan Belanja Tidak Terduga (BTT) dan anggaran BPBD masih mencukupi untuk penanganan bencana menghadapi musim hujan.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster memastikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemerintah Provinsi Bali masih mencukupi untuk kebutuhan penanganan bencana menjelang dan selama musim hujan. Menurut dia, realisasi anggaran kebencanaan baru mencapai sekitar 50 persen dari pagu yang tersedia.
Pernyataan Koster disampaikan di Denpasar setelah menghadiri sidang atau rapat paripurna di DPRD Bali pada 14 September 2026. Dalam keterangannya, ia menegaskan pos BTT tetap dapat diakses setiap kali ada kebutuhan penanganan darurat akibat bencana di daerah.
Menurut laporan Tribun Bali, Koster menyebut alokasi BTT Pemprov Bali saat ini masih memadai untuk membiayai kebutuhan tanggap darurat maupun penanganan dampak bencana di wilayah Bali. Ia menyatakan pemerintah daerah merealisasikan anggaran setiap kali terdapat kebutuhan penanganan bencana, bukan melalui penyerapan serentak.
“Belanja tidak terduga masih cukup. Dan setiap ada kebutuhan terkait penanganan bencana selalu kita realisasikan,” kata Wayan Koster di Denpasar.
Media lokal NusaBali memberitakan Koster memastikan anggaran penanganan bencana di Bali masih mencukupi untuk menghadapi musim hujan. Dalam laporan itu disebutkan, dari pagu yang ada, realisasi anggaran baru sekitar 50 persen sehingga masih dinilai cukup untuk kebutuhan penanganan bencana.
Tak ada penambahan pagu anggaran kebencanaan
Koster menyampaikan tidak ada penambahan nilai pagu anggaran kebencanaan dalam rancangan perubahan APBD 2026. Menurut dia, anggaran induk yang telah dialokasikan masih memadai sehingga perubahan pagu belum diperlukan.
Ia menjelaskan pos Belanja Tidak Terduga digunakan secara fleksibel sesuai kondisi lapangan. Setiap kali terjadi bencana dan dibutuhkan penanganan, pemerintah daerah mencairkan anggaran tersebut melalui mekanisme yang berlaku.
Dalam pemberitaan JPNN Bali dan Metrotvnews, Koster menegaskan kembali bahwa belanja tidak terduga masih cukup dan realisasi anggaran kebencanaan baru sekitar 50 persen. Kedua media itu mengutip data BPBD Bali yang menyebut total alokasi anggaran BPBD Bali tahun 2026 sebesar Rp 24,8 miliar, dengan rincian sekitar Rp 6,48 miliar untuk anggaran prioritas dan Rp 18,35 miliar untuk anggaran penunjang.
Kesiapan BPBD Bali hadapi musim hujan
Pemprov Bali juga menyatakan kesiapan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali dalam mengantisipasi dampak musim hujan. Menurut Tribun Bali, BPBD Bali telah merancang langkah mitigasi dan penanggulangan secara terstruktur untuk mengantisipasi risiko cuaca ekstrem.
Metrotvnews melaporkan BPBD Bali menjalankan mitigasi bencana dengan penguatan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan mulai September. Upaya itu dilakukan seiring masih tersedianya anggaran BTT dan pagu BPBD yang dinilai cukup untuk mendukung operasi penanggulangan bencana di daerah.
BPBD Bali sebelumnya memprediksi awal musim hujan 2025–2026 di wilayah Bali akan berlangsung pada September hingga November 2025, dengan puncak musim hujan pada Januari dan Februari 2026. Prediksi ini menjadi salah satu dasar pemerintah daerah menjaga kesiapsiagaan anggaran dan teknis menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Pemerintah provinsi menyatakan optimistis skenario penanganan bencana selama masa peralihan hingga puncak musim hujan dapat tertangani tanpa kendala anggaran, dengan dukungan BTT yang baru terealisasi sekitar separuh dari pagu dan kesiapan BPBD Bali menjalankan mitigasi secara berjenjang.
Sumber
- Tribun Bali - Musim Hujan Tiba, Gubernur Bali Pastikan Dana Darurat Bencana Aman
- NusaBali.com - Hadapi Musim Hujan, Koster Pastikan Anggaran Bencana Bali Masih Cukup
- Metrotvnews - Antisipasi Musim Hujan, Pemprov Bali Pastikan Anggaran Bencana Cukup
- JPNN Bali - Koster Buka-bukaan Soal Anggaran Bencana Bali, Antisipasi Musim Hujan
- BPBD Provinsi Bali - Prediksi Musim Hujan 2025-2026
Berita berikutnya

Bulog Kebut Bantuan Beras untuk 37.097 Penerima di Tabanan
Perum Bulog Kanwil Bali mencatat penyaluran bantuan pangan beras alokasi Juli–September 2026 di Kabupaten Tabanan telah menjangkau sekitar 90 persen d…
Baca juga


