Bali Aktual

Minggu, 20 September 2026

Koster Paparkan Target Proyek Infrastruktur Bali 2026–2029

Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan paket proyek underpass, jalan baru, jembatan, dan gedung parkir yang dikerjakan pada 2026–2029 untuk mengurai kemacetan dan mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Bali.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster menargetkan percepatan pembangunan sejumlah proyek infrastruktur strategis di Bali pada periode 2026–2029, dengan sebagian proyek ditargetkan rampung sebelum masa jabatannya berakhir pada 20 Februari 2030.

Dalam beberapa kesempatan, Koster menyampaikan rencana pembangunan jalan shortcut Singaraja–Mengwitani hingga titik 12, underpass Jimbaran di Badung, gedung parkir Pura Ulun Danu Batur di Bangli, jembatan penghubung Nusa Ceningan–Nusa Lembongan di Klungkung, serta pengembangan konektivitas lintas kabupaten dan jalan lingkar Bali.

Target waktu dan sebaran proyek

Menurut penjelasan Koster dalam sebuah acara di Denpasar pada Juni 2025, program percepatan infrastruktur jalan dan underpass di Denpasar serta kabupaten lain ditargetkan selesai pada periode 2026–2029.

Pada kesempatan berbeda, Koster menegaskan bahwa pembangunan shortcut Singaraja–Mengwitani harus tuntas hingga titik 12 sebelum masa jabatannya berakhir pada 20 Februari 2030. Selain itu, ia menyebut percepatan pembangunan infrastruktur penghubung antarkabupaten dan sarana prasarana strategis akan berlanjut pada 2028, 2029, dan 2030 untuk mengatasi kemacetan dan mendorong pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bali Utara, Selatan, Timur, Barat, dan Tengah.

Pemerintah provinsi juga memasukkan proyek-proyek tersebut dalam rencana pembangunan strategis 2026–2029, termasuk shortcut Singaraja–Mengwi, underpass Jimbaran, jalan baru Gatot Subroto Barat–Canggu, underpass Tohpati, jalan baru Sunset Road–Mahendradatta, dan sejumlah ruas konektivitas jalan lingkar Bali.

Rincian anggaran utama

Dalam paparan capaian infrastruktur pada Maret 2026, pemerintah daerah menyebut telah memperoleh alokasi anggaran APBN sebesar Rp772 miliar untuk mendukung realisasi sejumlah proyek. Anggaran itu dialokasikan untuk pembangunan gedung parkir Pura Ulun Danu Batur Rp250 miliar, underpass Jimbaran Rp350 miliar, jembatan Nusa Ceningan–Nusa Lembongan Rp112 miliar, dan lanjutan Embung Unda Rp60 miliar.

Sebelumnya, pada September 2025, Koster menyampaikan bahwa Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyetujui pembangunan underpass Jimbaran dengan anggaran Rp354 miliar yang dibiayai penuh melalui APBN tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Badung telah menuntaskan pembebasan lahan dan menunggu pelaksanaan konstruksi, dengan estimasi biaya sekitar Rp350 miliar.

Koster juga menjelaskan bahwa percepatan pembangunan jaringan underpass dan jalan baru akan didukung skema pembiayaan dari pajak hotel dan restoran (PHR). Ia menyebut enam kabupaten yang infrastrukturnya tertinggal akan memperoleh bantuan keuangan khusus dari sharing 10 persen PHR yang dibagi antara kabupaten/kota yang memiliki basis pariwisata kuat.

Prioritas konektivitas dan pemerataan

Menurut penjelasan Koster dalam siaran lembaga penyiaran publik, percepatan pembangunan infrastruktur akan dilakukan bertahap mulai 2026. Menteri PUPR disebut menegaskan bahwa pada 2026–2027 akan mulai dibangun underpass Jimbaran, gedung parkir Pura Ulun Danu Batur, jembatan Nusa Ceningan–Nusa Lembongan, shortcut titik 11 dan 12 Singaraja–Mengwitani, serta lanjutan Embung Unda.

Koster mengaitkan proyek-proyek tersebut dengan upaya mengatasi kemacetan di Denpasar, Badung, dan jalur wisata utama, sekaligus membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Bali. Pemerataan pembangunan disebut sebagai tujuan utama agar aktivitas ekonomi tidak terpusat di Bali Selatan saja.

Pemerintah provinsi menegaskan komitmen untuk mewujudkan Bali era baru berkelanjutan, dengan memperkuat konektivitas melalui jaringan jalan baru, underpass, dan infrastruktur penunjang transportasi publik. Sejumlah proyek telah memasuki tahap perencanaan teknis dan pembebasan lahan, sementara pelaksanaan fisik direncanakan dimulai pada 2026 sesuai alokasi anggaran pusat dan daerah.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.