Bali Aktual

Selasa, 22 September 2026

Klungkung Kaji Pemajuan Kapal Terakhir Wisatawan dari Nusa Penida

Dinas Perhubungan Kabupaten Klungkung mengkaji rencana memajukan jadwal penyeberangan terakhir wisatawan dari Nusa Penida menuju Bali daratan untuk mendorong wisatawan menginap dan pemerataan manfaat pariwisata, dengan mempertimbangkan…

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa.
Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa. · Foto: Ilustrasi AI

Klungkung — Dinas Perhubungan Kabupaten Klungkung mengkaji pengaturan ulang jadwal penyeberangan terakhir wisatawan dari Nusa Penida menuju Bali daratan. Wacana yang sedang disiapkan adalah memajukan waktu penyeberangan terakhir yang saat ini hingga sekitar pukul 17.00 Wita menjadi lebih awal pada sore hari, sebagai upaya mendorong lebih banyak wisatawan menginap di Nusa Penida.

Kepala Dinas Perhubungan Klungkung Anak Agung Gede Putra Wedana menyatakan rencana itu masih sebatas kajian dan belum bisa langsung diterapkan. Menurut dia, pembatasan waktu penyeberangan berpotensi memangkas jam berlayar dan memengaruhi pendapatan pelaku usaha penyeberangan, sehingga perlu dibahas lintas instansi dan pelaku pariwisata.

Wedana menjelaskan, selama ini pola kunjungan ke Nusa Penida masih didominasi perjalanan satu hari. Wisatawan datang pagi dan kembali ke Bali daratan pada hari yang sama, sehingga tingkat hunian akomodasi belum optimal. Pemerintah daerah ingin manfaat pariwisata dirasakan lebih merata oleh masyarakat, tidak hanya pelaku usaha kapal.

Rencana perubahan jadwal penyeberangan

Menurut pemberitaan media lokal dan nasional, jadwal kapal cepat dari Nusa Penida ke Sanur dan Klungkung daratan saat ini umumnya masih beroperasi hingga sekitar pukul 17.00 Wita, bergantung operator.

Pemerintah Kabupaten Klungkung mewacanakan penyeberangan terakhir wisatawan dari Nusa Penida menuju Sanur maupun Klungkung daratan dimajukan menjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Wacana ini muncul untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan di Nusa Penida dan meningkatkan okupansi hotel.

Wedana menyebut rencana tersebut akan dibahas bersama organisasi perangkat daerah terkait, Kementerian Perhubungan melalui KUPP Kelas II Nusa Penida, serta pelaku usaha pariwisata. Kajian juga mempertimbangkan aspek keselamatan pelayaran dan dampak ekonomi terhadap pelaku jasa transportasi laut.

Kapasitas akomodasi dan kesiapan infrastruktur

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Klungkung I Putu Darmaya meminta agar kajian tidak hanya berfokus pada upaya memperpanjang lama tinggal wisatawan. Ia menekankan pentingnya menilai kesiapan akomodasi dan sarana pendukung di Nusa Penida sebelum menerapkan pembatasan jam penyeberangan.

Menurut Darmaya, jumlah kamar yang tersedia di Nusa Penida berkisar antara 3.000 hingga 3.500 unit. Pada musim ramai, lonjakan kunjungan wisatawan dapat mencapai lebih dari 10 ribu orang sehingga perlu dipastikan kapasitas kamar memadai untuk menampung wisatawan yang terdorong untuk menginap.

Ia mengingatkan masih ada akomodasi yang menawarkan tempat menginap dengan pelayanan yang belum memadai. Karena itu, perubahan jadwal kapal perlu diikuti peningkatan kualitas infrastruktur, penginapan, dan layanan wisata agar tidak menimbulkan masalah baru bagi wisatawan maupun warga.

Tujuan pemerataan manfaat pariwisata

Wedana menyatakan tujuan pengaturan jadwal penyeberangan adalah pemerataan manfaat ekonomi dari pariwisata. Selama ini, sebagian besar pendapatan dinikmati sektor transportasi laut karena wisatawan banyak yang pulang di hari yang sama, sementara hotel dan restoran belum merasakan tingkat hunian yang sepadan.

Dengan memajukan jadwal penyeberangan terakhir, pemerintah daerah berharap wisatawan mempertimbangkan untuk bermalam di Nusa Penida. Kebijakan ini diarahkan agar pendapatan tidak hanya berputar di operator kapal, tetapi juga di akomodasi dan usaha kuliner setempat.

Wedana menegaskan bahwa seluruh rencana masih berada pada tahap kajian. Pemerintah daerah belum menetapkan kapan perubahan jadwal akan diberlakukan, dan masih mengumpulkan data serta masukan dari pelaku usaha penyeberangan dan sektor pariwisata sebelum mengambil keputusan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.