Bali Aktual

Minggu, 20 September 2026

Klungkung Jadwalkan Ambulans Laut Nusa Penida Beroperasi 22 September

Pemerintah Kabupaten Klungkung bersama PT Nusa Medika menyiapkan ambulans laut untuk memperkuat akses rujukan kesehatan di Kepulauan Nusa Penida.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Klungkung — Pemerintah Kabupaten Klungkung bersama PT Nusa Medika menyiapkan layanan ambulans laut untuk memperkuat akses rujukan kesehatan di Kepulauan Nusa Penida. Menurut laporan RRI Denpasar dan Balipuspanews, armada ini dijadwalkan mulai beroperasi pada Selasa, 22 September 2026, dan disiagakan 24 jam di Pelabuhan Bias Munjul, Nusa Ceningan.

Rencana tersebut dibahas dalam audiensi antara Bupati Klungkung I Made Satria dan manajemen PT Nusa Medika di Kantor Bupati Klungkung pada Selasa, 1 September 2026. Presiden Direktur PT Nusa Medika Putu Ardana menjelaskan bahwa kehadiran ambulans laut bertujuan meningkatkan fasilitas dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

Dalam audiensi itu, Putu Ardana menyampaikan permohonan arahan Bupati terkait persiapan peluncuran layanan pada 22 September. Ia mengungkapkan bahwa perusahaan telah berkoordinasi dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Dinas Perhubungan Klungkung, Rumah Sakit Gema Santi, serta puskesmas setempat sebagai bagian dari persiapan operasional.

Armada Disiagakan di Nusa Ceningan

Menurut pernyataan manajemen PT Nusa Medika, kapal ambulans laut akan disiagakan penuh di kawasan kepulauan dengan titik siaga di Pelabuhan Bias Munjul, Nusa Ceningan. Posisi ini dipilih untuk mendukung kebutuhan pemindahan atau rujukan pasien dari Nusa Penida dan pulau-pulau sekitarnya menuju fasilitas kesehatan yang memadai.

Ambulans laut tersebut direncanakan beroperasi 24 jam dengan skema siaga di pelabuhan, sehingga dapat dimobilisasi saat terjadi keadaan darurat atau kebutuhan rujukan pasien dari kepulauan. Koordinasi dengan Rumah Sakit Gema Santi dan puskesmas menjadi bagian dari jaringan layanan yang diharapkan mampu mempercepat penanganan pasien.

RRI Denpasar dan Balipuspanews melaporkan bahwa armada ini disiapkan untuk memperkuat sistem rujukan kesehatan di kawasan yang selama ini bergantung pada akses laut menuju daratan utama. Namun, kedua media belum merinci lebih jauh mengenai kapasitas kapal, jumlah tenaga medis dan awak, jenis peralatan kesehatan di atas kapal, maupun rute operasional harian.

Standar Pelayanan dan Kebutuhan Informasi Publik

Bupati Klungkung I Made Satria menyambut rencana ambulans laut sebagai bagian dari penguatan infrastruktur kesehatan, khususnya di Nusa Penida yang menjadi destinasi wisata internasional. Menurutnya, peningkatan kualitas layanan dan fasilitas kesehatan diperlukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung.

Dalam audiensi, Bupati menekankan pentingnya layanan kesehatan yang memenuhi standar, termasuk ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan yang mampu menangani kondisi darurat di wilayah kepulauan. Rencana ambulans laut dipandang sebagai pelengkap upaya pemerintah daerah memperluas akses layanan kesehatan.

Kolaborasi ini melibatkan pemerintah daerah, perusahaan, otoritas pelabuhan, dinas perhubungan, rumah sakit, dan puskesmas. Meski demikian, media yang memberitakan belum menguraikan secara rinci skema pembiayaan operasional maupun status tarif layanan, apakah akan diberikan secara gratis, bersubsidi, atau berbayar.

Klungkung Raih Penghargaan Layanan Kesehatan

Persiapan ambulans laut berlangsung di tengah pengakuan nasional terhadap kinerja layanan kesehatan di Klungkung. Kabupaten ini tercatat sebagai peringkat ketiga tingkat kabupaten untuk Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa–Bali yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.

Penganugerahan kategori tersebut menilai komitmen dan kinerja pemerintah daerah dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dan mudah dijangkau, termasuk pemenuhan standar pelayanan minimal, pembenahan fasilitas puskesmas dan rumah sakit, serta dukungan terhadap program pemeriksaan kesehatan gratis.

Bagi warga kepulauan, kehadiran ambulans laut diproyeksikan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat akses terhadap layanan kesehatan rujukan. Informasi praktis seperti nomor kontak, prosedur pemanggilan, waktu respons, dan alur rujukan akan menjadi kebutuhan penting publik sebelum layanan resmi berjalan, agar ambulans laut dapat terhubung efektif dengan fasilitas kesehatan daratan dalam situasi darurat.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.