Badung Percepat Transportasi Terpadu untuk Kawasan Pariwisata
Pemkab Badung mempercepat pembangunan jaringan jalan baru, dukungan angkutan umum, trem, dan pelabuhan tol laut untuk mengurai kemacetan di kawasan pariwisata sekaligus mendukung pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Mangupura — Pemerintah Kabupaten Badung menyatakan mempercepat pembangunan jaringan konektivitas dan transportasi publik sebagai bagian dari strategi mengurai kemacetan di kawasan pariwisata dan menjaga kualitas destinasi.3] Pernyataan itu disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam beberapa agenda resmi pemerintah daerah sepanjang Agustus–September 2026.
Dalam siaran resmi pemerintah kabupaten, Adi Arnawa menyebut percepatan pembangunan infrastruktur transportasi terintegrasi dan ramah lingkungan sebagai langkah menjawab kemacetan sekaligus menopang pariwisata berkelanjutan di Badung.1] Ia menekankan penguatan konektivitas dan dorongan penggunaan transportasi publik sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali.9]
Pemerintah daerah mengaitkan kebijakan transportasi dengan komitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keberlanjutan pariwisata.1] Dalam beberapa pernyataan, Adi Arnawa menegaskan infrastruktur yang dikembangkan diarahkan untuk mendukung pariwisata berkualitas, bukan sekadar menambah kapasitas kendaraan pribadi.1]
Jaringan jalan baru dan dukungan angkutan umum
Percepatan konektivitas diwujudkan melalui pembangunan sejumlah ruas jalan baru dan penataan jaringan jalan yang menghubungkan kawasan wisata padat di Kuta Utara dan Kuta Selatan hingga jalur strategis menuju Denpasar.8] Proyek utama yang digarap antara lain Jalan Lingkar Selatan (JLS) dari kawasan Ayana hingga Uluwatu sepanjang lebih dari 10 kilometer serta jalan penghubung Uluwatu–Melasti yang akan tersambung dengan JLS.2]
Selain di selatan, pemerintah juga menyiapkan konektivitas di Badung utara. Ruas Canggu–Tibubeneng sepanjang sekitar 4,7 kilometer direncanakan dengan anggaran sekitar Rp516 miliar, disertai akses baru dari Kampus Universitas Udayana menuju Jalan Dharmawangsa dan penataan Jalan Dharmawangsa–Siligita.2] Pengembangan ini dikaitkan dengan rencana kelanjutan Tol Bali Mandara menuju kawasan Sawangan.2]
Pada Juli 2026, Pemkab Badung memulai pembangunan dua proyek strategis, yakni JLS dan shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat, dengan nilai investasi lebih dari Rp2,9 triliun.10] Adi Arnawa menyebut jaringan jalan baru ini sebagai fondasi sistem konektivitas terintegrasi yang akan menghadirkan jalur alternatif, mengurangi beban lalu lintas di ruas utama, dan memperkuat akses menuju permukiman, layanan publik, serta destinasi wisata.10]
Di sisi angkutan umum, Pemkab Badung menyiapkan dukungan operasional layanan Trans Metro Dewata melalui alokasi anggaran sekitar Rp16 miliar untuk tahun 2027.9] Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik dan memperkuat konektivitas antarkawasan.9] Pemerintah juga merencanakan jalur khusus bagi armada pengumpan (feeder) di ruas berlebar 24 meter, dengan marka warna hijau pada lajur terluar.9]
Rencana trem dan pelabuhan tol laut
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Badung bersama Pemerintah Provinsi Bali dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menandatangani kesepakatan pengembangan perkeretaapian di Bali pada 1 September 2026.12] Agenda utama kerja sama ini adalah pembangunan moda transportasi trem massal yang menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Legian, hingga Canggu.3] Bupati Adi Arnawa menyatakan trase trem akan dikaji komprehensif agar terintegrasi dengan pengembangan jaringan jalan dan kawasan pariwisata Badung.3]
Di pesisir, pemerintah daerah mematangkan rencana dua pelabuhan tol laut di Pantai Sekeh, Kedonganan, dan Pantai Berawa, Canggu.5] Sekretaris Daerah Badung Ida Bagus Surya Suamba menjelaskan kedua pelabuhan akan melayani layanan water taxi yang terhubung langsung dengan jaringan trem dan layanan feeder berbasis kendaraan listrik.5] Konsep ini diposisikan sebagai sistem transportasi publik terintegrasi yang menghubungkan jalur laut dan darat untuk mengurai kemacetan di kawasan pariwisata.5]
Menurut pemerintah daerah, penumpang yang tiba di pelabuhan nantinya dapat berpindah moda secara mudah dan efisien ke trem maupun kendaraan pengumpan menuju destinasi wisata di Badung.5] Pemkab Badung menyebut pengembangan transportasi publik terpadu sebagai solusi nyata terhadap kemacetan yang kian kompleks di koridor wisata.5]
Transportasi dalam strategi pariwisata berkelanjutan
Dalam audiensi dengan Dewan Pimpinan Wilayah Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Bali dan mantan Gubernur Jenderal Australia David Hurley, Adi Arnawa menempatkan pembenahan transportasi sebagai bagian dari strategi menjaga daya saing dan citra destinasi.1] Pertemuan di Puspem Badung pada 28 Juli itu membahas penguatan investasi, pariwisata berkelanjutan, penanganan kemacetan, hingga penangkalan hoaks pariwisata.1]
Adi Arnawa menyampaikan bahwa kebijakan infrastruktur diarahkan untuk memastikan pariwisata Badung tetap berkualitas dan berkelanjutan dengan menjaga lingkungan dan budaya lokal.1] Hurley dalam kesempatan yang sama menyebut Bali tetap menjadi tujuan favorit wisatawan Australia dan menyinggung peran sistem informasi perjalanan SmartTraveller milik Pemerintah Australia untuk mengedukasi warganya agar mematuhi hukum, adat, dan norma lokal.1]
Rangkaian pernyataan dan proyek yang sedang berjalan menunjukkan bahwa percepatan konektivitas dan transportasi publik di Badung tidak hanya dimaksudkan sebagai kebijakan lalu lintas, melainkan bagian dari transformasi sektor pariwisata agar tetap kompetitif, aman, dan berkelanjutan.1]
Sumber
Berita berikutnya

Disdikbudpora Klungkung Rancang Retret Kepala Sekolah dengan TNI
Disdikbudpora Klungkung merancang retret bagi sekitar 155 kepala sekolah SD dan SMP dengan menggandeng TNI untuk latihan fisik.
Baca juga



