HNSI Jembrana Dorong Nelayan Pakai GPS Jelang Pengembangan Pengambengan
HNSI Jembrana mendorong nelayan memakai GPS dan alat bantu pencari ikan menjelang pengembangan PPN Pengambengan. Proyek pelabuhan perikanan di Jembrana itu dijadwalkan mulai dikerjakan lewat groundbreaking 29 September 2026.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Negara — Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jembrana mendorong nelayan setempat memakai GPS dan alat bantu pencari ikan menjelang pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan. Dorongan itu disampaikan Ketua DPC HNSI Jembrana I Made Widanayasa saat sosialisasi di Negara pada 10 September 2026.
Menurut Widanayasa, modernisasi diperlukan agar nelayan siap menghadapi peningkatan aktivitas pelabuhan. Pengembangan PPN Pengambengan telah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional dan dijadwalkan mulai dikerjakan melalui peletakan batu pertama pada 29 September 2026.
Widanayasa menyoroti penggunaan GPS, terutama pada perahu selerek. Ia menyebut perangkat itu bukan hanya membantu arah pelayaran, tetapi juga berguna untuk menunjukkan koordinat perahu saat terjadi keadaan darurat di laut.
Teknologi dan keselamatan
HNSI Jembrana juga mendorong pemanfaatan fishfender untuk membantu nelayan mengetahui posisi ikan. Dalam sejumlah laporan, alat bantu itu disebut sejalan dengan kebutuhan nelayan yang selama ini beroperasi di perairan sekitar Selat Bali.
Di sisi lain, HNSI menilai bantuan alat saja tidak cukup. Widanayasa mengatakan pemanfaatan perangkat modern belum optimal meski imbauan sudah berulang kali disampaikan dan pemerintah pernah memberi bantuan.
Pengembangan PPN Pengambengan sendiri disebut menjadi bagian dari program Integrated Fishing Ports and International Fish Markets Phase-1 dengan nilai investasi sekitar Rp1,2 triliun. Proyek ini didukung pembiayaan Islamic Development Bank dan dikerjakan oleh konsorsium CRBC-Nindya Karya.
Kepala PPN Pengambengan Kartono mengatakan kontrak pekerjaan fisik telah ditandatangani pada 7 Agustus 2026 di Jakarta. Ia menyebut groundbreaking pada 29 September 2026 menjadi tanda dimulainya konstruksi fisik di lapangan.
Koordinasi kapal besar
Selain mendorong penggunaan teknologi, HNSI Jembrana berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan soal alur dan waktu masuk kapal besar ke Pengambengan. Tujuannya agar aktivitas kapal besar tidak mengganggu nelayan lokal yang melaut pada malam hari dan menebar jaring di sekitar Selat Bali.
Menurut HNSI, jaring nelayan yang tersangkut kapal dapat menimbulkan kerugian. Karena itu, pengaturan jadwal pelayaran dan arus kapal besar diminta menyesuaikan pola kerja nelayan setempat.
Pemerintah Kabupaten Jembrana sebelumnya menyambut pengembangan PPN Pengambengan sebagai peluang ekonomi daerah. Dalam pemberitaan lain, proyek pelabuhan itu juga dikaitkan dengan agenda penataan kawasan perikanan agar lebih terintegrasi dan modern.
HNSI Jembrana berharap modernisasi alat tangkap berjalan seiring dengan pengaturan operasional pelabuhan. Dengan begitu, nelayan lokal bisa beradaptasi tanpa kehilangan ruang aman untuk melaut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Hukum & Kriminal
Polres Jembrana Ungkap Tujuh Kasus Narkotika, Sita 119 Gram Sabu
Satresnarkoba Polres Jembrana mengamankan delapan tersangka dalam tujuh perkara narkotika sepanjang Agustus–September 2026.
Terbaru di Kabupaten/Kota

Baca juga


