Harga Cabai Rawit Bali Rp58.963 per Kg pada 16 September 2026
Harga cabai rawit merah di Bali menurut SP2KP Kemendag tercatat Rp58.963 per kilogram pada 16 September 2026, turun 0,93 persen dari pemantauan sebelumnya.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 4 menit baca
Denpasar — Harga cabai rawit merah di Bali tercatat Rp58.963 per kilogram pada Rabu, 16 September 2026, berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan yang dirangkum Databoks pada pukul 17.45 WIB.
Menurut Databoks, harga cabai rawit merah pada hari itu turun Rp556 atau 0,93 persen dibanding pemantauan sebelumnya. Pada saat yang sama, cabai merah besar, cabai merah keriting, dan bawang merah justru mengalami kenaikan harga.
Secara keseluruhan, SP2KP mencatat tiga komoditas naik, dua komoditas turun, dan 12 komoditas tidak berubah dari total 17 komoditas pangan yang dipantau di Bali pada 16 September 2026.
Perubahan harga pangan 16 September
Databoks melaporkan kenaikan tertinggi secara persentase terjadi pada cabai merah besar. Komoditas ini naik Rp333 atau 1,41 persen menjadi Rp23.963 per kilogram. Bawang merah naik 1,4 persen menjadi Rp24.272 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting naik 0,3 persen menjadi Rp36.753 per kilogram.
Dua komoditas yang turun harga adalah cabai rawit merah dan bawang putih honan. Harga bawang putih honan berkurang 0,24 persen menjadi Rp30.358 per kilogram.
Berikut sejumlah harga pangan di Bali menurut SP2KP Kemendag pada 16 September 2026 pukul 17.45 WIB sebagaimana dirangkum Databoks:
- Cabai rawit merah: Rp58.963 per kilogram, turun 0,93 persen.
- Daging sapi paha belakang: Rp121.250 per kilogram, tetap.
- Daging ayam ras: Rp43.395 per kilogram, tetap.
- Telur ayam ras: Rp27.207 per kilogram, tetap.
- Beras premium: Rp15.996 per kilogram, tetap.
- Beras SPHP Bulog: Rp11.907 per kilogram, tetap.
- Minyak goreng sawit kemasan premium: Rp21.991 per liter, tetap.
Data tersebut menunjukkan cabai rawit merah masih berada di kelompok komoditas dengan harga tinggi dalam daftar SP2KP Bali. Harganya berada di bawah daging sapi, tetapi di atas beberapa komoditas bumbu dan bahan pokok lain yang tercatat, seperti cabai merah besar dan bawang merah.
Catatan Sigapura 18 September
Perkembangan harga pangan Bali dua hari setelahnya tercatat dalam Sistem Informasi Harga Pangan Utama dan Komoditas Strategis (Sigapura) yang dirangkum IDN Times.
Dalam artikel bertanggal 18 September 2026, IDN Times menyebut harga cabai rawit merah di Bali berdasarkan Sigapura mencapai Rp59.862 per kilogram. Angka ini lebih tinggi Rp899 dibanding catatan SP2KP pada 16 September 2026.
Masih menurut ringkasan harga yang sama, Sigapura mencatat cabai merah besar Rp28.345 per kilogram, bawang merah Rp28.092 per kilogram, dan bawang putih Rp30.931 per kilogram pada 18 September 2026. Sebelumnya, pada 16 September 2026, Sigapura merekam harga cabai rawit merah di Bali sebesar Rp59.914 per kilogram, cabai merah besar Rp25.971, bawang merah Rp26.400, dan bawang putih Rp30.629 per kilogram.
Perbandingan angka SP2KP dan Sigapura perlu dibaca sebagai informasi dari dua sistem pemantauan yang berbeda. SP2KP adalah sistem Kementerian Perdagangan, sementara Sigapura menjadi rujukan pemerintah daerah dan media untuk memantau harga pangan utama dan komoditas strategis. Perbedaan metodologi, waktu pencatatan, dan cakupan lokasi dapat memengaruhi angka yang dilaporkan.
Pergerakan harga cabai dan bumbu
Rangkaian data tersebut menunjukkan cabai rawit merah konsisten berada di posisi harga tinggi dalam kelompok komoditas bumbu di Bali. Pada 16 September, Databoks mencatat cabai rawit merah Rp58.963 per kilogram. Pada hari yang sama, Sigapura mencatat Rp59.914 per kilogram. Sehari setelahnya, 17 September, Sigapura merekam harga cabai rawit merah Rp59.854 per kilogram. Dua hari kemudian, 18 September, IDN Times melaporkan harga Rp59.862 per kilogram.
Dalam rentang pertengahan September 2026, laporan harga pangan berbasis Sigapura juga menunjukkan bawang merah dan cabai merah besar berada di bawah cabai rawit merah, sedangkan bawang putih dan minyak goreng berada pada kisaran harga yang lebih rendah per satuan.
Pergerakan harga cabai dan bumbu ini menjadi salah satu indikator tekanan biaya pangan rumah tangga di Bali. Namun, baik Databoks maupun IDN Times tidak menjelaskan secara rinci faktor pasokan dari kabupaten sentra produksi atau volume produksi yang memengaruhi perubahan harga pada periode tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Pariwisata
Kolam di Air Terjun Toya Bulan, Banyu Wana Amertha, dan Taman Sari
Sejumlah air terjun di Bali, seperti Toya Bulan di Bangli, Banyu Wana Amertha di Buleleng, dan Taman Sari di Gianyar, menawarkan kolam berendam bagi w…
Terbaru di Kabupaten/Kota

Baca juga



