Bali Aktual

Senin, 21 September 2026

Festival Lentera Wacana Dorong Aspirasi Bali ke Komite III DPD RI

Festival Lentera Wacana Masyarakat Adat Nusantara di Denpasar dimanfaatkan untuk menghimpun aspirasi dan menyusun kajian akademik masyarakat adat sebagai bahan usulan kebijakan ke Komite III DPD RI.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Denpasar — Aspirasi mengenai masa depan masyarakat adat yang dihimpun dalam Festival Lentera Wacana Masyarakat Adat Nusantara di Denpasar akan didorong menjadi kajian akademik dan bahan usulan kebijakan ke Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Rencana itu disampaikan para penggagas kegiatan yang berlangsung pada 18–19 September 2026 di Aula atau Ruang Nusantara, Gedung Agrokompleks, Kampus Universitas Udayana Sudirman.

Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Bali sekaligus Ketua Ikatan Alumni Universitas Udayana (IKAYANA) Pusat, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, menyatakan festival ini menjadi ruang pertemuan pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, tokoh masyarakat adat, dunia usaha, dan generasi muda untuk menyerap aspirasi terkait keberadaan serta masa depan masyarakat adat di Indonesia.

Menurut Rai Mantra, hasil festival tidak berhenti sebagai diskusi sesaat. Ia mendorong Universitas Udayana atau perguruan tinggi lain menyusun kajian tentang masyarakat adat di Bali dan daerah lain di Nusantara sebagai dasar penguatan kebijakan dan regulasi.

Kajian tersebut diharapkan merumuskan cara masyarakat adat mengikuti perkembangan teknologi dan modernisasi tanpa kehilangan bahasa, nilai, norma, serta identitas budaya. Rai Mantra menekankan bahwa modernisasi semestinya menjadi sarana untuk mencapai tujuan masyarakat adat, bukan menghapus fondasi adat mereka.

Momentum aspirasi ke Komite III DPD RI

Festival Lentera Wacana Masyarakat Adat Nusantara digelar sebagai kolaborasi anggota Komite III DPD RI, IKAYANA, dan Universitas Udayana dalam rangkaian Dies Natalis ke-64 Universitas Udayana. Kegiatan ini mengangkat berbagai tema, antara lain posisi masyarakat adat dalam dinamika politik global dan nasional, penguatan regulasi melalui RUU Masyarakat Hukum Adat, integrasi sistem nilai masyarakat adat dalam kurikulum pendidikan formal, serta kemandirian ekonomi masyarakat adat.

Wakil Ketua Komite III DPD RI, Ahmad Syauqi Soeratno, menyatakan bahwa aspirasi dari kegiatan di Bali akan dibawa bersama Rai Mantra ke Komite III yang membidangi isu sosial, pendidikan, dan kebudayaan. Menurut dia, kearifan lokal perlu mewarnai proses pengambilan keputusan nasional.

Ahmad Syauqi menambahkan, Komite III DPD RI dapat turun langsung ke daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat adat sekaligus memperkuat kearifan lokal sebagai basis perumusan kebijakan. Usulan dari Bali disebut akan dibahas lebih lanjut di Komite III.

Dalam pembukaan festival, sejumlah tokoh hadir sebagai pembicara kunci, di antaranya Rai Mantra, Rektor Universitas Udayana Prof. I Ketut Sudarsana, Sjamsul Hadi, dan Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma. Diskusi-diskusi selama festival menyoroti pentingnya pengakuan dan perlindungan konstitusional bagi masyarakat adat, penguatan identitas dan pewarisan nilai lintas generasi, serta integrasi pengetahuan adat dalam kebijakan publik.

Penyerahan kajian RUU Masyarakat Adat

Komitmen akademik terhadap isu masyarakat adat juga ditunjukkan melalui penyerahan kajian Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana kepada DPD RI. Penyerahan dilakukan pada 18 September 2026 di Ruang Nusantara, Gedung Agrokompleks, Kampus Udayana Sudirman, dalam rangkaian Festival Lentera Wacana.

Kajian tersebut diserahkan oleh Wakil BEM FH Unud, Pande Putu Jiyestha Nugraha, kepada anggota Komite I DPD RI sekaligus Ketua Tim Kerja RUU Masyarakat Adat DPD RI, Dr. A. Teras Narang, didampingi Rai Mantra sebagai anggota DPD RI dari Bali. Penyerahan dokumen ini diposisikan sebagai kontribusi akademik untuk mempercepat pembahasan regulasi yang melindungi hak-hak masyarakat adat.

Data kegiatan

  • Nama kegiatan: Festival Lentera Wacana Masyarakat Adat Nusantara.
  • Waktu: Jumat, 18 September hingga Sabtu, 19 September 2026.
  • Lokasi: Aula atau Ruang Nusantara, Gedung Agrokompleks, Kampus Universitas Udayana Sudirman, Denpasar.
  • Penyelenggara: IKAYANA bersama anggota DPD RI dan Universitas Udayana dalam rangkaian Dies Natalis ke-64 Universitas Udayana.

Informasi dari para penggagas menunjukkan bahwa rekomendasi tertulis dari festival masih dalam tahap penghimpunan gagasan. Arah utama yang didorong adalah penyusunan kajian akademik, penguatan kearifan lokal dalam kebijakan nasional, dukungan terhadap pembahasan RUU Masyarakat Adat, serta kemungkinan replikasi model festival dialog masyarakat adat di daerah lain.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.