11 Mahasiswa Unud Mengajar di SDN Serangan Selama Empat Bulan
BTID dan Universitas Udayana mengirim 11 mahasiswa FIB untuk mengajar Bahasa Inggris dan Bahasa Bali di SDN 2 dan SDN 3 Serangan. Program berlangsung sekitar empat bulan, dari Agustus hingga November 2026.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Denpasar — Sebanyak 11 mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana mengajar di SDN 2 dan SDN 3 Serangan, Denpasar, selama sekitar empat bulan sejak Agustus hingga November 2026. Program itu difasilitasi PT Bali Turtle Island Development (BTID) dan menjadi bagian dari kerja sama BTID-Unud di bidang pendidikan.
Para mahasiswa berasal dari program studi Sastra Inggris dan Sastra Bali. Mereka mengajar mata pelajaran yang sesuai dengan bidang studinya, yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Bali, menurut laporan Balipost, Tribun Bali, dan NusaBali.
BTID dan Universitas Udayana juga mengaitkan kegiatan ini dengan skema Magang Berdampak. Dalam pemberitaan yang sama, program itu disebut sebagai upaya memberi pengalaman praktik mengajar kepada mahasiswa sekaligus membantu kebutuhan sekolah dasar di Serangan.
Kerja sama pendidikan
Menurut pemberitaan Balipost dan NusaBali, kegiatan ini merupakan implementasi nota kesepahaman antara BTID dan Universitas Udayana yang mencakup pendidikan, penelitian, pelatihan, serta pengembangan sumber daya manusia. Kolaborasi itu disebut berlangsung dalam kerangka kawasan Kura Kura Bali di Serangan.
Kepala Departemen Komunikasi BTID, Zefri Alfaruqy, mengatakan program tersebut ditujukan untuk memberi manfaat bagi sekolah dan ruang bagi mahasiswa menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama kuliah, menurut laporan NusaBali. Dari sisi sekolah, perwakilan guru SDN 2 Serangan, Sentanu, menyebut kehadiran mahasiswa membantu karena sekolah tidak memiliki guru khusus berlatar Sastra Inggris maupun Bahasa Bali.
Sentanu menyebut guru kelas selama ini harus merangkap sejumlah mata pelajaran. Ia juga mengatakan kehadiran mahasiswa membawa ilmu dan suasana baru yang membuat siswa lebih antusias belajar, menurut laporan yang sama.
Perwakilan mahasiswa yang disebut dalam pemberitaan, Ni Putu Risty Sedani, Taqiyya Firzanah, dan Bella, mengatakan program itu memberi pengalaman mengajar langsung di kelas. Mereka juga menyebut kegiatan tersebut membantu mereka memahami peran guru di sekolah dasar.
Manfaat bagi sekolah dan mahasiswa
Program magang mengajar ini berlangsung di dua sekolah dasar negeri di Serangan dan difokuskan pada pembelajaran Bahasa Inggris serta Bahasa Bali. Durasi yang disebut dalam laporan media adalah sekitar empat bulan, dari Agustus sampai November 2026.
Bagi sekolah, pendampingan itu memperkuat pengajaran mata pelajaran bahasa dan sastra. Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi ruang praktik untuk menerapkan materi perkuliahan di kelas dasar, sekaligus mengenal kebutuhan pembelajaran di lapangan.
BTID dan Unud menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari kemitraan pendidikan yang lebih luas. Dalam pemberitaan Balipost, program ini disebut sebagai magang berdampak yang mempertemukan kebutuhan sekolah, pengalaman akademik mahasiswa, dan dukungan industri di Serangan.
Sejumlah media lokal melaporkan bahwa kegiatan itu telah dimulai pada Agustus 2026 dan dijadwalkan berakhir pada November 2026. Laporan yang tersedia juga menyebut 11 mahasiswa terlibat dalam program tersebut.
Sumber
Berita berikutnya

KONI Klungkung Siapkan Sanksi Atlet Absen TC Fisik Bareng TNI
KONI Klungkung menyiapkan sanksi berupa pencoretan dari kontingen Porprov Bali 2027 bagi atlet dan cabang olahraga yang menolak mengikuti pemusatan la…
Baca juga


