HIMANIKA Unud Bahas Dampak Algoritma pada Distribusi Informasi
HIMANIKA FISIP Universitas Udayana menggelar Seminar Nasional sebagai puncak Communication Events 2026 di Kampus Jimbaran.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Badung — Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana (HIMANIKA FISIP Unud) menyelenggarakan Seminar Nasional sebagai puncak Communication Events 2026 di Aula Lecture Building, Kampus Jimbaran, Universitas Udayana, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Seminar ini mengusung tema berbahasa Inggris “Algorithm-Driven News Shifting Public Perception and Behavior in The Digital Platform Era” dan membahas perkembangan media digital serta pengaruh algoritma terhadap cara masyarakat menerima informasi.
Menurut laporan Radio Republik Indonesia (RRI), kegiatan menghadirkan Arief Priyono, pendiri dan CEO Kolase yang juga jurnalis lepas, serta Anak Agung Istri Putri Dwijayanti, M.I.Kom., praktisi komunikasi dan dosen Ilmu Komunikasi LSPR Institute. Dalam pemberitaan lain, RRI menyebut Arief Priyono sebagai Journalist & Certified ChatGPT Prompt Specialist dan Gek Tri sebagai Communication Practitioner & TV Presenter sebagai narasumber Seminar Nasional Communication Events 2026.
Algoritma sebagai penyaring informasi
Dalam paparannya, Anak Agung Istri Putri Dwijayanti menjelaskan bahwa algoritma pada platform digital bekerja dengan membaca aktivitas pengguna, termasuk informasi yang dicari, disukai, dan sering dilihat. Berdasarkan pola tersebut, sistem algoritmik cenderung menyajikan konten yang selaras dengan minat dan kebiasaan pengguna.
Ia mengaitkan mekanisme ini dengan dinamika filter bubble, yaitu situasi ketika pengguna lebih sering menerima informasi dari lingkup minatnya sendiri sehingga berisiko kurang mengetahui isu di luar lingkungan informasinya. Dwijayanti mengingatkan perlunya pengguna aktif mencari dan membandingkan informasi dari berbagai sumber agar sudut pandang yang diterima lebih beragam.
Penjelasan tersebut sejalan dengan kajian komunikasi massa di era platform digital yang menunjukkan bahwa personalisasi dan kurasi algoritmik memperkuat homogenisasi informasi dan membatasi paparan terhadap perspektif alternatif. Penelitian tentang transformasi komunikasi di platform digital menyebutkan bahwa konsumsi media yang terpersonalisasi dapat memicu fragmentasi diskursus publik dan penguatan opini yang sudah ada.
Dampak pada kerja jurnalis dan kreator konten
Seminar HIMANIKA FISIP Unud juga membahas implikasi algoritma media digital terhadap kerja jurnalis dan kreator konten. Menurut pemaparan yang dikutip RRI, Arief Priyono menekankan pentingnya pemahaman terhadap algoritma, minat, dan perilaku audiens untuk menghadapi ekosistem media digital saat ini.
Arief menggarisbawahi bahwa algoritma dan data audiens dapat menjadi perangkat bagi jurnalis dalam menjalankan fungsi melayani kepentingan publik, bukan sekadar alat untuk mengejar perhatian di platform digital. Ia juga menyoroti perlunya fokus pada bidang spesifik atau niche bagi jurnalis dan kreator konten, dengan mempertimbangkan kejelasan audiens, persoalan yang berulang, bukti kebutuhan, dan nilai ekonomi.
Menurut laporan RRI lainnya, rangkaian Communication Events 2026 terdiri atas roadshow, kompetisi, dan Seminar Nasional, dengan puncak acara pada 29 Agustus 2026 berupa awarding kompetisi dan diskusi mengenai fenomena algoritma digital dalam ekosistem media. Peserta diajak memahami tantangan, peluang, serta pentingnya literasi digital dalam menghadapi arus informasi di era platform.
Konteks Communication Events 2026
Communication Events 2026 merupakan kegiatan tahunan HIMANIKA FISIP Universitas Udayana yang pada tahun ini fokus pada isu bagaimana algoritma media digital memengaruhi penerimaan informasi, pembentukan persepsi, dan perilaku masyarakat. Seminar Nasional sebagai puncak acara menempatkan perubahan distribusi informasi dan peran algoritma sebagai tema sentral serta mengaitkannya dengan kebutuhan literasi digital di kalangan publik.
Secara lebih luas, kajian akademik menunjukkan bahwa pergeseran dari media tradisional ke platform digital yang terkurasi algoritma mengubah cara informasi diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi, sekaligus memengaruhi pembentukan opini publik. Temuan-temuan tersebut memberi latar bagi diskusi di lingkungan kampus mengenai bagaimana jurnalis, praktisi komunikasi, dan pengguna media merespons dominasi algoritma dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber
- RRI Denpasar - "HIMANIKA Unud Gelar Seminar Nasional Bahas Media di Era Algoritma"
- Jurnal Grafindo Science - "Transformation of Mass Communication in the Digital Platform Era"
- IOSR Journal of Humanities and Social Science - "Invisible Influence: How Algorithmic News Feeds Are Reshaping Public Opinion Without Disclosure"
Berita berikutnya

KONI Klungkung Siapkan Sanksi Atlet Absen TC Fisik Bareng TNI
KONI Klungkung menyiapkan sanksi berupa pencoretan dari kontingen Porprov Bali 2027 bagi atlet dan cabang olahraga yang menolak mengikuti pemusatan la…
Baca juga


