Bali Aktual

Senin, 21 September 2026

HIMANIKA Unud Bahas Dampak Algoritma pada Distribusi Informasi

HIMANIKA FISIP Universitas Udayana menggelar Seminar Nasional sebagai puncak Communication Events 2026 di Kampus Jimbaran.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Badung — Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana (HIMANIKA FISIP Unud) menyelenggarakan Seminar Nasional sebagai puncak Communication Events 2026 di Aula Lecture Building, Kampus Jimbaran, Universitas Udayana, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Seminar ini mengusung tema berbahasa Inggris “Algorithm-Driven News Shifting Public Perception and Behavior in The Digital Platform Era” dan membahas perkembangan media digital serta pengaruh algoritma terhadap cara masyarakat menerima informasi.

Menurut laporan Radio Republik Indonesia (RRI), kegiatan menghadirkan Arief Priyono, pendiri dan CEO Kolase yang juga jurnalis lepas, serta Anak Agung Istri Putri Dwijayanti, M.I.Kom., praktisi komunikasi dan dosen Ilmu Komunikasi LSPR Institute. Dalam pemberitaan lain, RRI menyebut Arief Priyono sebagai Journalist & Certified ChatGPT Prompt Specialist dan Gek Tri sebagai Communication Practitioner & TV Presenter sebagai narasumber Seminar Nasional Communication Events 2026.

Algoritma sebagai penyaring informasi

Dalam paparannya, Anak Agung Istri Putri Dwijayanti menjelaskan bahwa algoritma pada platform digital bekerja dengan membaca aktivitas pengguna, termasuk informasi yang dicari, disukai, dan sering dilihat. Berdasarkan pola tersebut, sistem algoritmik cenderung menyajikan konten yang selaras dengan minat dan kebiasaan pengguna.

Ia mengaitkan mekanisme ini dengan dinamika filter bubble, yaitu situasi ketika pengguna lebih sering menerima informasi dari lingkup minatnya sendiri sehingga berisiko kurang mengetahui isu di luar lingkungan informasinya. Dwijayanti mengingatkan perlunya pengguna aktif mencari dan membandingkan informasi dari berbagai sumber agar sudut pandang yang diterima lebih beragam.

Penjelasan tersebut sejalan dengan kajian komunikasi massa di era platform digital yang menunjukkan bahwa personalisasi dan kurasi algoritmik memperkuat homogenisasi informasi dan membatasi paparan terhadap perspektif alternatif. Penelitian tentang transformasi komunikasi di platform digital menyebutkan bahwa konsumsi media yang terpersonalisasi dapat memicu fragmentasi diskursus publik dan penguatan opini yang sudah ada.

Dampak pada kerja jurnalis dan kreator konten

Seminar HIMANIKA FISIP Unud juga membahas implikasi algoritma media digital terhadap kerja jurnalis dan kreator konten. Menurut pemaparan yang dikutip RRI, Arief Priyono menekankan pentingnya pemahaman terhadap algoritma, minat, dan perilaku audiens untuk menghadapi ekosistem media digital saat ini.

Arief menggarisbawahi bahwa algoritma dan data audiens dapat menjadi perangkat bagi jurnalis dalam menjalankan fungsi melayani kepentingan publik, bukan sekadar alat untuk mengejar perhatian di platform digital. Ia juga menyoroti perlunya fokus pada bidang spesifik atau niche bagi jurnalis dan kreator konten, dengan mempertimbangkan kejelasan audiens, persoalan yang berulang, bukti kebutuhan, dan nilai ekonomi.

Menurut laporan RRI lainnya, rangkaian Communication Events 2026 terdiri atas roadshow, kompetisi, dan Seminar Nasional, dengan puncak acara pada 29 Agustus 2026 berupa awarding kompetisi dan diskusi mengenai fenomena algoritma digital dalam ekosistem media. Peserta diajak memahami tantangan, peluang, serta pentingnya literasi digital dalam menghadapi arus informasi di era platform.

Konteks Communication Events 2026

Communication Events 2026 merupakan kegiatan tahunan HIMANIKA FISIP Universitas Udayana yang pada tahun ini fokus pada isu bagaimana algoritma media digital memengaruhi penerimaan informasi, pembentukan persepsi, dan perilaku masyarakat. Seminar Nasional sebagai puncak acara menempatkan perubahan distribusi informasi dan peran algoritma sebagai tema sentral serta mengaitkannya dengan kebutuhan literasi digital di kalangan publik.

Secara lebih luas, kajian akademik menunjukkan bahwa pergeseran dari media tradisional ke platform digital yang terkurasi algoritma mengubah cara informasi diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi, sekaligus memengaruhi pembentukan opini publik. Temuan-temuan tersebut memberi latar bagi diskusi di lingkungan kampus mengenai bagaimana jurnalis, praktisi komunikasi, dan pengguna media merespons dominasi algoritma dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.