Bali Aktual

Senin, 21 September 2026

CDC AS Keluarkan Travel Health Notice Level 2 Zika untuk Bali

CDC Amerika Serikat menerbitkan Travel Health Notice Level 2 terkait risiko virus Zika di Bali pada 7 Agustus 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Sunset on the beach in Kuta, Bali, Indonesia.
Foto arsip: Sunset on the beach in Kuta, Bali, Indonesia. · Foto: Jakub Hałun / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Denpasar — Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menerbitkan Travel Health Notice Level 2 terkait risiko virus Zika di Bali pada 7 Agustus 2026. Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kesehatan menyatakan belum menemukan kasus Zika terkonfirmasi berdasarkan surveilans rutin di fasilitas kesehatan.

Dalam pemberitahuan kesehatan perjalanan yang dirilis CDC dan disosialisasikan lewat Kedutaan Besar AS di Jakarta, lembaga itu menyebut adanya kasus Zika pada pelancong yang kembali dari Bali, Indonesia. Wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gigitan nyamuk dan penularan melalui hubungan seksual selama dan setelah perjalanan.

AS mengkategorikan peringatan tersebut sebagai Level 2 atau "practice enhanced precautions", yang berarti perjalanan ke Bali tidak dilarang tetapi wisatawan diminta menerapkan langkah pencegahan tambahan. CDC juga merekomendasikan perempuan hamil untuk menghindari perjalanan ke Bali selama pemberitahuan ini masih berlaku.

Pemprov Bali: Belum Ada Kasus Zika Terkonfirmasi

Menanggapi peringatan CDC, Pemerintah Provinsi Bali menegaskan belum menemukan kasus Zika terkonfirmasi di wilayahnya. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom, menyebut kesimpulan itu didasarkan pada surveilans rutin di seluruh kabupaten/kota dan rumah sakit di Bali.

"Berdasarkan data surveilans rutin dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta rumah sakit se-Bali, sampai saat belum ditemukan adanya kasus terkonfirmasi Zika di Provinsi Bali," kata Anom dalam pernyataan tertulis.

Pernyataan serupa juga disampaikan kepada media nasional, yang melaporkan bahwa dinas kesehatan dan Kementerian Kesehatan belum menerima laporan kasus Zika di Bali meski ada kenaikan kasus pada pelaku perjalanan yang kembali dari pulau tersebut.

Makna Travel Health Notice Level 2 CDC

Menurut penjelasan CDC yang dirangkum berbagai media, Level 2 berarti wisatawan diminta mempraktikkan kewaspadaan tambahan (practice enhanced precautions). Tingkat ini berada di bawah Level 3 yang mengimbau untuk mempertimbangkan kembali perjalanan tidak mendesak, dan Level 4 yang menyarankan untuk menghindari seluruh perjalanan.

Dalam pembaruan 7 Agustus 2026, CDC menyatakan kasus Zika dilaporkan pada pelancong yang kembali dari Bali. Lembaga tersebut meminta semua pelancong ke Bali:

  • Mencegah gigitan nyamuk selama berada di Bali dan selama tiga minggu setelah kembali.
  • Menerapkan langkah pencegahan penularan melalui hubungan seksual selama dan setelah perjalanan.
  • Bagi perempuan hamil, menghindari perjalanan ke Bali; bila perjalanan tak dapat ditunda, mengikuti ketat seluruh rekomendasi pencegahan Zika.

Penguatan Surveilans dan Imbauan bagi Warga

Dinas Kesehatan Bali menyatakan akan memperkuat surveilans di fasilitas kesehatan sebagai respons atas peringatan tersebut. Penguatan itu mencakup pemantauan gejala yang mengarah ke infeksi Zika serta koordinasi dengan laboratorium rujukan untuk pemeriksaan penunjang.

Menurut penjelasan dinas kesehatan dan Kementerian Kesehatan, gejala Zika umumnya ringan dan meliputi ruam kulit, demam, mata merah, nyeri otot dan sendi, rasa lemah, serta sakit kepala. Gejala biasanya muncul setelah masa inkubasi beberapa hari dan berlangsung sekitar satu minggu.

Warga dan wisatawan yang mengalami gejala tersebut setelah bepergian dari atau berada di wilayah berisiko diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan serta menyampaikan riwayat perjalanan kepada tenaga medis.

Imbauan Kebersihan Lingkungan dan Pencegahan

Otoritas kesehatan Indonesia mendorong masyarakat menerapkan pemberantasan sarang nyamuk, antara lain dengan menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, dan mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Penggunaan losion antinyamuk, kelambu, dan penghalau nyamuk lain juga dianjurkan, terutama bagi kelompok berisiko.

Sejumlah pejabat pariwisata lokal menyatakan peringatan CDC berpotensi memengaruhi persepsi keamanan kesehatan Bali di mata wisatawan asal Amerika Serikat. Namun, mereka menekankan bahwa pemerintah daerah dan otoritas kesehatan terus melakukan pemantauan rutin dan langkah pencegahan untuk menjaga kenyamanan wisatawan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.