Bali Aktual

Sabtu, 24 Oktober 2026

BWS Bali-Penida Rehabilitasi 68 Daerah Irigasi di Bali

BWS Bali-Penida menyelesaikan rehabilitasi 68 daerah irigasi di tujuh kabupaten pada 2025. Pekerjaan sepanjang 97.46 kilometer menelan anggaran Rp134.649.889.000.

Oleh

· 2 menit baca

Denpasar — Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida menyelesaikan rehabilitasi saluran irigasi pada 68 daerah irigasi di tujuh kabupaten pada 2025. Pekerjaan sepanjang 97.46 kilometer itu menggunakan anggaran Rp134.649.889.000, dengan jumlah daerah irigasi terbanyak berada di Kabupaten Jembrana.

Data tersebut disampaikan Kasatker PJPA BWS Bali-Penida, Komang Gede Putra, saat ditemui di Renon pada Jumat, 23 Oktober 2026. Ia didampingi PPK Irigasi I Wayan Yuliartha. Perbaikan mencakup saluran irigasi serta bangunan pendukung, termasuk bendung dan pintu air.

Di Jembrana, pekerjaan menyasar 25 daerah irigasi dengan panjang 38.49 kilometer. Sebaran lainnya meliputi Gianyar 12 daerah irigasi sepanjang 8.43 kilometer, Klungkung sembilan daerah irigasi sepanjang 11.11 kilometer, Bangli sembilan daerah irigasi sepanjang 7.53 kilometer, Tabanan tujuh daerah irigasi sepanjang 13.28 kilometer, Buleleng tiga daerah irigasi sepanjang 11.83 kilometer, dan Badung tiga daerah irigasi sepanjang 6.76 kilometer.

Rehabilitasi 68 daerah irigasi menopang aliran ke lahan pertanian

Bagi pembaca di Bali, pekerjaan ini berkaitan langsung dengan keandalan jaringan air menuju lahan pertanian dan subak. Subak merupakan lembaga pengelola irigasi tradisional Bali; kondisi saluran, bendung, dan pintu air menentukan kelancaran pembagian air di tingkat kawasan.

Proyek tersebut diajukan oleh pemerintah daerah kepada pemerintah pusat. Pelaksanaannya dilakukan BWS Bali-Penida bersama PT Hutama Karya. Jembrana menjadi kabupaten dengan cakupan pekerjaan terbesar, baik dari jumlah daerah irigasi maupun panjang saluran yang ditangani.

BWS Bali-Penida menyatakan rehabilitasi akan berlanjut sesuai pengajuan dari daerah. Tahun ini terdapat 52 daerah irigasi yang diajukan untuk perbaikan jaringan irigasi utama, tetapi realisasinya masih menunggu proses pencairan DIPA. Target pengerjaan 52 daerah irigasi itu disebut dilakukan pada tahun depan.

Dengan demikian, perubahan yang dapat diperhatikan pembaca hari ini adalah jaringan irigasi di tujuh kabupaten telah mendapat penanganan, sementara usulan perbaikan berikutnya belum berjalan sampai pencairan anggaran tersedia.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

    Kekeringan Rusak 115 Hektare Padi di Tabanan

    Lingkungan

    Kekeringan Rusak 115 Hektare Padi di Tabanan

    Kekeringan merusak 115 hektare padi di lima kecamatan Tabanan. Dinas Pertanian memfasilitasi dua pompa air untuk subak terdampak; petani menyiapkan ba…

  2. Terbaru di Pemerintahan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.