BPS: Kemiskinan Bali 3,44 Persen, Tetap Terendah secara Nasional
Kemiskinan Bali pada Maret 2026 tercatat 3,44 persen atau sekitar 162,01 ribu orang, terendah di tingkat provinsi dan jauh di bawah angka nasional 8,07 persen.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Denpasar — Persentase penduduk miskin di Bali pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,44 persen atau sekitar 162,01 ribu orang, sedikit naik dibanding September 2025 namun tetap menjadi yang terendah di tingkat provinsi secara nasional dan berada jauh di bawah angka kemiskinan Indonesia yang sebesar 8,07 persen pada periode yang sama.
Menurut publikasi Goodstats yang mengolah data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin Bali Maret 2026 naik 0,02 poin persentase dibandingkan September 2025, tetapi turun 0,28 poin persentase dibandingkan Maret 2025.
Goodstats mencatat jumlah penduduk miskin di Bali mencapai 162,01 ribu orang pada Maret 2026, naik 1,92 ribu orang dibandingkan September 2025 yang sebanyak 160,09 ribu orang, dan turun 11,23 ribu orang dibanding Maret 2025.
Media lokal Nusabali menulis, berdasarkan data BPS Bali, persentase penduduk miskin 3,44 persen tersebut masih menjadi yang terendah secara nasional dan jauh di bawah persentase kemiskinan nasional 8,07 persen.
Di tingkat nasional, BPS melalui berbagai pemberitaan mencatat tingkat kemiskinan Indonesia pada Maret 2026 sebesar 8,07 persen atau setara 22,93 juta orang, turun dari 8,25 persen pada September 2025.
Gini rasio Bali dan ketimpangan
Data Goodstats menunjukkan gini rasio Bali pada Maret 2026 sebesar 0,342, naik dibanding September 2025 yang sebesar 0,333.
Gini rasio digunakan untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pengeluaran atau pendapatan penduduk.
Semakin mendekati 1, semakin tinggi ketimpangan, sementara nilai yang lebih rendah menunjukkan distribusi yang lebih merata.
Dalam berbagai penjelasan BPS di tingkat nasional, lembaga itu menekankan bahwa indikator ketimpangan perlu dibaca bersama indikator kesejahteraan lain, seperti garis kemiskinan, struktur pengeluaran rumah tangga, dan dinamika pasar kerja, agar gambaran kondisi sosial ekonomi lebih utuh.
Data utama kemiskinan Bali Maret 2026
- Persentase penduduk miskin Bali Maret 2026: 3,44 persen.
- Jumlah penduduk miskin Bali Maret 2026: 162,01 ribu orang.
- Persentase penduduk miskin Bali September 2025: 3,42 persen.
- Jumlah penduduk miskin Bali September 2025: 160,09 ribu orang.
- Persentase penduduk miskin nasional Maret 2026: 8,07 persen (22,93 juta orang).
- Gini rasio Bali Maret 2026: 0,342.
- Gini rasio Bali September 2025: 0,333.
Membaca kemiskinan dan ketimpangan secara bersamaan
Angka kemiskinan menggambarkan proporsi penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan, sedangkan gini rasio menunjukkan tingkat ketimpangan distribusi pengeluaran atau pendapatan.
Kedua indikator menjawab pertanyaan yang berbeda sehingga tidak cukup digunakan secara terpisah untuk menilai kesejahteraan suatu daerah.
Data Maret 2026 menunjukkan Bali berada pada kombinasi kemiskinan yang rendah dan gini rasio yang masih relatif moderat.
Namun, kenaikan gini rasio dari 0,333 menjadi 0,342 mengindikasikan bahwa pemerataan tetap menjadi isu yang perlu dipantau.
Goodstats mencatat, meskipun persentase kemiskinan Bali turun dibanding Maret 2025, jumlah penduduk miskin dan indikator ketimpangan masih bergerak sehingga evaluasi kebijakan pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Konteks dinamika kemiskinan Bali
Nusabali merangkum data BPS Bali bahwa pada September 2025 persentase penduduk miskin tercatat 3,42 persen dengan jumlah 160,09 ribu orang, kemudian naik menjadi 3,44 persen dengan 162,01 ribu orang pada Maret 2026.
Goodstats menambahkan bahwa garis kemiskinan Bali pada Maret 2026 mencapai Rp675.354 per kapita per bulan, dengan porsi terbesar berasal dari komponen pengeluaran makanan.
Di sisi lain, BPS pusat menyampaikan garis kemiskinan nasional pada Maret 2026 sebesar Rp669.235 per kapita per bulan, dengan rata-rata satu rumah tangga miskin beranggotakan 4,62 orang dan garis kemiskinan rumah tangga sekitar Rp3,09 juta per bulan.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa Bali berada di antara provinsi dengan garis kemiskinan relatif tinggi namun mampu mempertahankan tingkat kemiskinan yang rendah.
Dengan latar belakang tersebut, angka kemiskinan dan gini rasio Bali pada Maret 2026 menjadi dasar penting bagi perumusan kebijakan sosial dan ekonomi, termasuk di sektor pariwisata yang masih menjadi penopang utama perekonomian daerah.
Sumber
- Goodstats - Profil Kemiskinan Provinsi Bali Maret 2026
- Detik Bali - Penduduk Miskin di Bali Naik, Rokok Penyumbang Garis Kemiskinan Terbesar Kedua
- CNN Indonesia - Jumlah Penduduk Miskin RI Turun Jadi 22,93 Juta Orang per Maret 2026
- Okezone Ekonomi - Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Sisa 22,93 Juta Orang
- Suara Bisnis - Penduduk Melarat Susut, Tapi Kesenjangan Orang Kaya dan Miskin Makin Besar
- Balipost - Ekonomi Bali Tumbuh 5,78 Persen, Pariwisata Masih Mendominasi
Berita berikutnya
Statistik 2025: 7,04 Juta Kunjungan Wisman ke Bali dalam Data Kemenpar
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat 7,04 juta kunjungan wisman ke Destinasi Pariwisata Regeneratif Bali pada 2025, sementara BPS Bali…
Baca juga



